Dana BLUD RSUD Lombok Barat Rp 150 Miliar, Tapi Masih Berutang! DPRD Pertanyakan Transparansi Pengelolaan Keuangan
Lombok Barat – Kejanggalan keuangan dua rumah sakit daerah di Lombok Barat kembali mencuat ke permukaan. DPRD setempat mulai mempertanyakan transparansi pengelolaan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang seharusnya menopang operasional RSUD Tripat dan RS Awet Muda Narmada.
Pasalnya, kedua rumah sakit ini mencatatkan pendapatan fantastis, RSUD Tripat meraup Rp 118 miliar, sementara RS Awet Muda Narmada memperoleh Rp 37 miliar, dengan total lebih dari Rp 150 miliar. Namun, anehnya, rumah sakit justru masih memiliki utang yang belum terbayarkan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lombok Barat, Syamsuriyansyah, menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan izin dari pimpinan DPRD untuk menelusuri permasalahan ini lebih dalam.
“Kami akan mengawasi penggunaan anggaran BLUD dengan ketat, bekerja sama dengan Komisi II. Rumah sakit yang memiliki pendapatan besar seharusnya tidak berutang. Ini sangat janggal dan perlu ditelusuri,” tegasnya.
DPRD mempertanyakan mengapa rumah sakit terus mengeluhkan keterlambatan pembayaran premi klaim BPJS Kesehatan, padahal mereka memiliki mekanisme untuk meminta uang muka.
“Seharusnya mereka bisa meminta uang muka dari BPJS untuk mengantisipasi keterlambatan pembayaran. Jadi, alasan berutang ini tidak masuk akal,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Tripat. Dalam sidaknya, bupati menyoroti aspek pelayanan dan manajemen rumah sakit yang dinilai masih perlu banyak perbaikan.
“Saya tidak mau mendengar masyarakat mengeluhkan pelayanan rumah sakit. Manajemen harus dikelola dengan baik agar masyarakat nyaman dan mendapatkan layanan kesehatan yang prima,” ujarnya.
Menanggapi sidak ini, Direktur Utama RSUD Tripat, dr. Suryadi, menyambut baik masukan dari bupati dan DPRD. Ia menyebut pihaknya telah berupaya meningkatkan layanan dengan menambah fasilitas kesehatan seperti unit kanker, stroke, serta pengadaan alat medis seperti CT Scan.
Namun, di balik peningkatan fasilitas ini, masih ada tanda tanya besar terkait pengelolaan keuangan rumah sakit. DPRD berkomitmen untuk menelusuri aliran dana BLUD agar lebih transparan dan tidak membebani operasional rumah sakit dengan utang yang seharusnya bisa dihindari.
Tinggalkan Balasan