Sabtu, 13 Juni 2026 | 18.11 WITA

Evi Avita Maya Sosialisasikan Empat Pilar MPR RI di Lombok Barat, Dorong Persatuan dan Penguatan Ekonomi Desa

Anggota DPD RI Dapil NTB Hj. Evi Avita Maya saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat, yang dihadiri tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan berbagai elemen masyarakat. (Foto: istimewa)

LOMBOK BARAT – Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Evi Avita Maya, menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor Desa Giri Sasak, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan tersebut terselenggara melalui kerja sama MPR RI dengan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Provinsi NTB.

Acara dihadiri oleh Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram, Prof. Dr. Kurniawan, Ketua HIPPI NTB Rosidi, Kepala Desa Giri Sasak Hamdani, unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta perwakilan pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Giri Sasak Hamdani menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi Empat Pilar MPR RI menjadi sarana penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua HIPPI NTB, Rosidi mengatakan bahwa penguatan nilai kebangsaan harus berjalan seiring dengan upaya memperkuat ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, desa merupakan tulang punggung perekonomian nasional sehingga perlu mendapat perhatian serius dalam pembangunan.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan masyarakat desa untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

Pada kesempatan tersebut, materi sosialisasi Empat Pilar MPR RI disampaikan oleh Prof. Dr. Kurniawan yang mewakili Hj. Evi Avita Maya. Ia menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Kurniawan, Pancasila merupakan dasar ideologi bangsa yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sementara UUD 1945 berfungsi sebagai konstitusi atau hukum tertinggi yang menjadi landasan penyelenggaraan negara.

Ia juga menjelaskan bahwa NKRI merupakan bentuk negara yang harus dijaga bersama. Keutuhan bangsa, kata dia, menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat agar Indonesia tetap kokoh di tengah berbagai tantangan zaman.

Selain itu, Kurniawan menekankan pentingnya memahami makna Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa.

Dalam paparannya, Kurniawan turut mengajak masyarakat memahami sistem ketatanegaraan Indonesia, termasuk peran MPR, DPR, dan DPD dalam menjalankan fungsi konstitusional masing-masing demi menjaga demokrasi dan keseimbangan pemerintahan.

Sementara itu, Hj. Evi Avita Maya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menerima informasi yang beredar di ruang publik, terutama melalui media sosial. Menurutnya, masyarakat perlu memilah informasi secara kritis agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah persatuan bangsa.

Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan harus terus diperkuat melalui pendidikan politik, pemahaman konstitusi, dan partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan nasional.

Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif dengan sesi dialog dan tanya jawab yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan. Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam pembahasan seputar nilai-nilai kebangsaan dan pembangunan daerah.

Melalui kegiatan tersebut, MPR RI bersama DPD RI berharap pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan semakin meningkat sehingga dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga persatuan, memperkuat demokrasi, serta mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah NTB.