Kebakaran Desa Adat Sade, Bank NTB Syariah Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk Warga Terdampak

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Bank NTB Syariah menyalurkan bantuan air bersih dan paket sembako kepada warga terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Lombok Tengah. (Dok. Bank NTB Syariah)

LOMBOK TENGAH – Api yang melanda kawasan Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, bukan hanya meninggalkan persoalan kerusakan dan kehilangan bagi warga. Musibah tersebut juga menjadi pukulan bagi sebuah kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang penting bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sasak.

Di tengah kondisi tersebut, kebutuhan masyarakat yang terdampak menjadi prioritas. Warga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama masa darurat, terutama air bersih dan bahan pangan.

Melihat kondisi itu, Bank NTB Syariah mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan tanggap darurat berupa pasokan air bersih dan paket sembako kepada masyarakat terdampak kebakaran.

Bantuan disalurkan melalui koordinasi Kantor Cabang (KC) Praya dan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pujut. Dua jaringan kantor tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat respons Bank NTB Syariah karena berada dalam wilayah kerja yang berkaitan langsung dengan kawasan terdampak.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan bahwa musibah yang terjadi di Desa Adat Sade merupakan duka bersama.

“Kami atas nama manajemen dan seluruh insan Bank NTB Syariah menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Adat Sade,” ujarnya.

Nazaruddin mengatakan, Bank NTB Syariah tidak ingin sekadar menyampaikan simpati. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan konkret yang dapat langsung digunakan masyarakat dalam kondisi darurat.

“Sebagai bentuk kepedulian sosial dan keprihatinan kami, Bank NTB Syariah langsung bergerak menyalurkan bantuan pasokan air bersih serta paket sembako untuk meringankan beban kebutuhan pokok warga terdampak di pengungsian,” katanya.

Air bersih menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak dalam situasi pascabencana. Selain untuk konsumsi, ketersediaan air diperlukan untuk memasak, menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta mendukung sanitasi warga yang sementara harus berada di lokasi pengungsian.

Sementara bantuan sembako diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat. Kehadiran bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga untuk lebih fokus menghadapi proses pemulihan setelah musibah.

Penyaluran bantuan juga menjadi bagian dari upaya Bank NTB Syariah membangun koordinasi dengan berbagai unsur di daerah. Bank memastikan bantuan disalurkan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kami terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah, serta tokoh masyarakat setempat agar penanganan darurat dan proses pemulihan kawasan Sade dapat berlangsung dengan baik,” ujar Nazaruddin.

Menurut Bank NTB Syariah, proses pemulihan pascabencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, lembaga sosial serta berbagai unsur lainnya agar kebutuhan warga dapat tertangani secara bertahap.

Apalagi Desa Adat Sade memiliki karakteristik yang berbeda karena kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal masyarakat, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang melekat kuat dengan kehidupan masyarakat Sasak.

Karena itu, perhatian terhadap warga terdampak perlu berjalan beriringan dengan upaya pemulihan kawasan.

Bank NTB Syariah menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Pemantauan tersebut dilakukan untuk melihat kebutuhan lanjutan masyarakat sekaligus memastikan dukungan yang diberikan dapat menyesuaikan dengan perkembangan situasi.

Respons tersebut menunjukkan bahwa peran perbankan dalam kehidupan masyarakat tidak hanya berada pada aktivitas ekonomi. Dalam situasi tertentu, kehadiran lembaga keuangan juga dapat mengambil bagian dalam membantu masyarakat menghadapi kondisi sosial yang tidak terduga.

Melalui bantuan air bersih dan paket sembako, Bank NTB Syariah berharap dapat sedikit meringankan beban masyarakat Desa Adat Sade yang sedang menghadapi masa sulit.

Lebih dari sekadar bantuan material, langkah tersebut menjadi pesan bahwa masyarakat yang sedang tertimpa musibah tidak menghadapi persoalan itu seorang diri. Ada kepedulian dan gotong royong yang perlu terus dijaga sampai proses pemulihan benar-benar berjalan.

Tutup