Tak Lagi Jadi Momok Truk, Dua Tanjakan Rawan Kecelakaan Jereweh-Benete Kini Ditangani
SUMBAWA BARAT – Bagi kendaraan berat, tanjakan bukan sekadar bagian dari perjalanan. Kondisi geometrik yang terlalu curam dapat menjadi persoalan serius, terlebih ketika kendaraan membawa muatan dalam jumlah besar.
Situasi semacam itu sebelumnya menjadi salah satu persoalan di dua titik ruas Jereweh-Benete, Kabupaten Sumbawa Barat.
Kendaraan truk pernah mengalami kegagalan menanjak di lokasi tersebut. Bahkan, dalam sejumlah kejadian, kendaraan sampai terguling dan menimbulkan risiko bagi pengguna jalan lainnya.
Kini kondisi tersebut telah mendapatkan penanganan.
Pekerjaan Penanganan Titik Rawan Kecelakaan Jereweh-Benete telah dinyatakan selesai 100 persen, dengan fokus utama memperbaiki kondisi jalan dan mengurangi potensi kecelakaan.
PPK 2.1 Satuan Kerja PJN Wilayah II Provinsi NTB, Aditya, mengatakan terdapat dua titik rawan kecelakaan yang ditangani.
“Pertimbangan sebagai prioritas penanganan adalah sering terjadinya kecelakaan pada titik tersebut, antara lain truk yang gagal menanjak dan juga sampai terguling,” ungkap Aditya, Rabu (26/8/2026).
Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah memperbaiki geometrik jalan.
Tanjakan curam yang sebelumnya menjadi tantangan bagi kendaraan berat kini telah ditangani. Pada saat bersamaan, badan jalan diperlebar secara signifikan.
Sebelumnya, lebar rata-rata badan jalan sekitar 6 meter. Setelah pekerjaan, lebar rata-ratanya mencapai 10,5 meter.

“Lebar rata-rata badan jalan sebelumnya 6 meter dengan tanjakan curam di dua titik. Saat ini lebar rata-rata badan jalan 10,5 meter dan tidak terdapat tanjakan curam lagi,” jelas Aditya.
Dampak perubahan tersebut, menurut Aditya, sudah dapat dirasakan.
“Perubahan yang paling terlihat adalah tidak adanya lagi truk yang gagal menanjak sepanjang lokasi pekerjaan,” katanya.
Selain memperbaiki geometrik dan memperlebar jalan, pekerjaan juga meliputi perbaikan lapis perkerasan, drainase serta pemasangan rambu lalu lintas.
Perlengkapan keselamatan berupa guardrail dan delineator juga dipasang pada titik-titik yang membutuhkan.
Dengan perubahan tersebut, BPJN NTB menargetkan tidak ada lagi kecelakaan yang disebabkan oleh kendaraan gagal menanjak di sepanjang lokasi penanganan.
Aditya mengatakan pekerjaan tersebut merupakan bagian dari strategi BPJN NTB untuk mengurangi titik rawan kecelakaan di wilayah NTB.
Namun, infrastruktur yang lebih baik tetap membutuhkan perilaku berkendara yang disiplin. Pengendara diminta menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan mematuhi seluruh perangkat keselamatan yang tersedia.
“Tetap jaga kecepatan berkendara dan patuhi rambu-rambu serta marka jalan,” pesannya.
Penanganan dua titik tersebut diharapkan tidak hanya membuat perjalanan kendaraan berat menjadi lebih lancar, tetapi juga mengurangi risiko yang selama ini dihadapi pengguna jalan Jereweh–Benete.