Bank NTB Syariah Gandeng UNIZAR, Fokus Kembangkan SDM dan Ekosistem Keuangan Syariah

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Bank NTB Syariah bersama UNIZAR menjalin kerja sama strategis untuk memperkuat SDM dan ekosistem keuangan syariah di NTB. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM – Penguatan industri keuangan syariah tidak cukup hanya dilakukan melalui ekspansi layanan dan inovasi produk. Di balik pertumbuhan industri tersebut, terdapat kebutuhan yang sama pentingnya, yakni ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas dan kemampuan memahami perkembangan industri.

Kesadaran terhadap kebutuhan itu mendorong PT Bank NTB Syariah memperluas sinerginya dengan dunia pendidikan tinggi. Kali ini, Bank NTB Syariah menggandeng Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) dalam sebuah kerja sama strategis yang diarahkan pada penguatan Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus pengembangan sumber daya manusia.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Rektor UNIZAR Dr. Ir. Muh. Ansyar, M.P. dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah.

MoU tersebut menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi dengan memanfaatkan kapasitas, sumber daya dan keahlian yang dimiliki masing-masing pihak.

Ada pesan strategis di balik kerja sama tersebut. Dunia perbankan membutuhkan talenta yang tidak hanya menguasai teori ekonomi dan keuangan, tetapi juga mampu menghadapi perkembangan teknologi, perubahan perilaku konsumen serta dinamika industri jasa keuangan.

Di sisi lain, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan proses pendidikan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Karena itu, hubungan antara kampus dan industri menjadi semakin penting.

Bank NTB Syariah sebagai salah satu institusi keuangan daerah memiliki pengalaman praktis dalam menjalankan bisnis perbankan syariah. Sementara UNIZAR memiliki peran akademik dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketika kedua kapasitas tersebut dipertemukan, terbuka ruang untuk menghasilkan kolaborasi yang lebih substansial.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank NTB Syariah Ferry Ardiansyah menyampaikan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk ikut mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan SDM.

Menurutnya, kolaborasi antara industri perbankan syariah dan perguruan tinggi memiliki arti penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan industri keuangan syariah dan kemajuan daerah.

“Sinergi antara dunia perbankan syariah dan lembaga pendidikan tinggi seperti Universitas Islam Al-Azhar sangat penting. Kami berharap kolaborasi ini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan bagi pengembangan ilmu pengetahuan, penguatan industri keuangan syariah, serta kemajuan daerah,” ujarnya.

Kerja sama tersebut mencakup tiga pilar utama Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketiga bidang tersebut memberikan ruang yang luas untuk membangun kolaborasi. Dalam bidang pendidikan, hubungan industri dan kampus dapat membuka peluang penguatan kompetensi mahasiswa agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.

Dalam bidang penelitian, pengalaman industri dapat menjadi sumber persoalan nyata yang dapat dikaji secara akademik. Hasil penelitian kemudian berpotensi memberikan kontribusi terhadap pengembangan layanan maupun pemahaman masyarakat mengenai keuangan syariah.

Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, sinergi kedua institusi dapat diarahkan untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan, terutama di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang mudah diakses dan sesuai dengan prinsip syariah.

Ruang kolaborasi semacam itu menjadi semakin relevan ketika perkembangan teknologi turut mengubah wajah industri keuangan.

Digitalisasi membuat masyarakat semakin terbiasa dengan transaksi yang cepat dan praktis. Kondisi tersebut sekaligus menuntut industri memiliki SDM yang mampu beradaptasi dengan perubahan.

Perguruan tinggi pun menghadapi tantangan serupa. Lulusan tidak cukup hanya memiliki nilai akademik, tetapi juga membutuhkan kompetensi praktis, kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat.

Karena itu, kerja sama Bank NTB Syariah dan UNIZAR dapat menjadi salah satu jembatan untuk mempertemukan kebutuhan tersebut.

Dari sisi UNIZAR, kemitraan dengan industri perbankan diharapkan dapat memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang siap beradaptasi dengan kebutuhan industri keuangan syariah.

Implementasi kerja sama selanjutnya akan dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang melibatkan unit kerja di Bank NTB Syariah dan unit maupun fakultas terkait di lingkungan UNIZAR.

Tahap implementasi inilah yang akan menentukan sejauh mana MoU tersebut mampu berkembang menjadi program-program nyata.

Jika dijalankan secara konsisten, kemitraan kampus dan industri bukan hanya memberi manfaat bagi mahasiswa dan institusi, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap penguatan ekosistem ekonomi syariah di NTB.

Sebab, pembangunan industri keuangan syariah pada akhirnya membutuhkan tiga hal yang berjalan beriringan: inovasi, ekosistem dan manusia yang kompeten.

Kolaborasi Bank NTB Syariah dan UNIZAR menjadi salah satu upaya mempertemukan ketiganya melalui jalur pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, kerja sama ini tidak sekadar tentang penandatanganan sebuah dokumen, tetapi juga tentang membangun jembatan antara dunia akademik dan dunia industri untuk mempersiapkan SDM yang mampu menjadi bagian dari masa depan ekonomi syariah NTB.

Tutup