Bukan Sekadar Lomba Mancing, Riadi Solihin Hidupkan Semangat Kemerdekaan dan Ajak Warga Jaga Ekosistem Sungai

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Riadi Solihin bersama warga mengikuti lomba mancing di Lingkok Cangin, Aiq Dareq, Lombok Tengah, dalam rangka HUT ke-81 RI. (Foto: Istimewa)

LOMBOK TENGAH – Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Desa Aiq Dareq, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, dirayakan dengan cara yang sederhana namun sarat makna. Calon Kepala Desa Aiq Dareq, Riadi Solihin, mengajak masyarakat menggelar lomba memancing sekaligus kampanye menjaga kelestarian habitat ikan di sungai.

Kegiatan bertajuk “Mancing Mania Dusun Aiq Dareq” tersebut dipusatkan di anak Sungai Kokoh Kereok, tepatnya kawasan Lingkok Cangin, Dusun Aiq Dareq. Sebanyak 65 peserta ambil bagian dalam kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu.

Bagi Riadi, lomba memancing bukan sekadar hiburan untuk memeriahkan momentum 17 Agustus. Di balik kegiatan tersebut, terdapat pesan lingkungan yang ingin ditanamkan kepada masyarakat, khususnya kesadaran bersama untuk menjaga sungai dan habitat ikan yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan warga.

“Melestarikan sungai berarti menjaga kehidupan. Kalau habitat ikan kita rusak, yang kehilangan bukan hanya ikan, tetapi masyarakat kita sendiri,” menjadi semangat yang diusung dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan ini diketuai Baharuddin, dengan dukungan Idris dan Jasman sebagai bagian dari panitia penyelenggara.

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 65 orang. Selama dua hari, kawasan sungai yang biasanya menjadi ruang ekologis masyarakat berubah menjadi tempat berkumpul, bersilaturahmi dan menikmati suasana kemerdekaan.

Namun, Riadi tidak ingin kegiatan itu berhenti sebagai perlombaan.

Ia menjadikan momentum tersebut sebagai pintu masuk untuk mengajak masyarakat kembali peduli terhadap kondisi sungai yang dinilai mulai menghadapi ancaman serius.

Menjaga Ikan Lokal dari Ancaman Setrum dan Racun

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih adanya praktik penangkapan ikan menggunakan cara-cara yang berpotensi merusak ekosistem, seperti penyetruman maupun penggunaan racun.

Praktik tersebut dinilai tidak hanya mengambil ikan dalam jumlah besar, tetapi juga berpotensi mematikan berbagai jenis biota lain serta mengganggu proses perkembangbiakan ikan secara alami.

Kondisi inilah yang ingin diubah melalui kegiatan masyarakat.

Riadi mendorong agar Sungai Lingkok Cangin dan aliran Kokoh Cangin tetap menjadi habitat yang sehat sehingga populasi ikan lokal dapat bertahan dan berkembang secara alami.

Menurutnya, masyarakat perlu diberikan ruang untuk menikmati sungai sekaligus memahami bahwa sungai bukan tempat mengambil sumber daya secara bebas tanpa memperhatikan keberlanjutannya.

“Jangan sampai sungai hanya kita manfaatkan hari ini, tetapi anak cucu kita nanti tidak lagi menemukan ikan di dalamnya. Karena itu, menjaga habitat ikan harus menjadi tanggung jawab bersama,” demikian pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.

Hadiah Sederhana, Semangat Warga Luar Biasa

Untuk menambah semarak kegiatan, panitia menyiapkan sejumlah hadiah bagi peserta.

Juara pertama mendapatkan kipas angin, juara kedua blender, sedangkan juara ketiga memperoleh mixer.

Tidak hanya itu. Panitia juga menyiapkan sekitar 100 hadiah doorprize yang dibagikan kepada masyarakat.

Hadiah tersebut bukan menjadi satu-satunya daya tarik. Justru suasana kebersamaan dan kesempatan berkumpul di tengah masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan.

Warga dari berbagai kalangan dapat mengikuti kegiatan dalam suasana santai tanpa sekat.

Bagi Riadi, pola kegiatan semacam ini penting untuk terus dikembangkan. Masyarakat desa membutuhkan ruang interaksi yang sehat, terutama kegiatan yang menggabungkan unsur hiburan, silaturahmi, kepedulian lingkungan dan semangat kebangsaan.

Riadi Solihin: Kemerdekaan Harus Dirasakan Masyarakat Desa

Keterlibatan Riadi dalam kegiatan tersebut semakin memperlihatkan pendekatan yang ingin dibangunnya menjelang kontestasi Pilkades Aiq Dareq 2026.

Riadi sebelumnya telah memperkenalkan gagasan “Aiq Dareq Bersinar”, dengan semangat menjadikan desa lebih Bersih, Sehat, Indah, Nyaman, Aman dan Responsif.

Kegiatan memancing ini dinilai sejalan dengan gagasan tersebut, terutama dalam aspek kebersihan lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam desa.

Bagi Riadi, pembangunan desa tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar.

Kadang, pembangunan justru dimulai dari hal sederhana: menjaga sungai, membersihkan lingkungan, mempertemukan warga dan membangun kesadaran bersama.

Dari titik kecil itulah menurutnya rasa memiliki terhadap desa bisa tumbuh.

“Desa yang maju bukan hanya desa yang memiliki pembangunan fisik. Desa yang maju adalah desa yang masyarakatnya peduli terhadap lingkungan, saling menjaga dan memiliki semangat gotong royong,” ujarnya.

Membangun Desa dari Kesadaran Warga

Riadi menyadari bahwa tantangan membangun desa tidak bisa diselesaikan seorang diri.

Karena itu, ia ingin mengembangkan pendekatan pembangunan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian utama dari proses tersebut.

Sungai, misalnya, bukan hanya urusan pemerintah desa. Kelestariannya membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat.

Begitu pula persoalan sampah, kebersihan lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi. Semuanya membutuhkan keterlibatan warga.

Lomba memancing kemudian menjadi salah satu contoh kecil bagaimana ruang publik dapat digunakan untuk membangun kesadaran tersebut.

Masyarakat datang untuk memancing, tetapi pada saat yang sama diajak memahami pentingnya menjaga habitat ikan.

Masyarakat datang untuk merayakan kemerdekaan, tetapi sekaligus memperkuat silaturahmi dan gotong royong.

Dan masyarakat datang untuk bersenang-senang, tetapi pulang membawa pesan tentang pentingnya menjaga sungai.

Dari Sungai, Riadi Menawarkan Cara Pandang Baru

Bagi Riadi Solihin, Sungai Kokoh Kereok dan Lingkok Cangin bukan sekadar lokasi perlombaan.

Tempat itu menjadi simbol bahwa pembangunan Aiq Dareq harus berangkat dari persoalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Jika sungai bersih, lingkungan sehat. Jika habitat ikan terjaga, sumber daya alam tetap tersedia. Jika masyarakat memiliki kesadaran bersama, desa akan lebih mudah dibangun.

Semangat itulah yang ingin ia tanamkan dalam perjalanan politiknya menuju Pilkades Aiq Dareq.

Riadi ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan desa menurutnya tidak cukup hanya berbicara tentang pembangunan infrastruktur. Ada pekerjaan yang tidak kalah penting, yakni membangun kesadaran, merawat lingkungan, memperkuat persatuan dan memastikan masyarakat menjadi bagian dari setiap proses pembangunan.

Momentum peringatan kemerdekaan pun dimanfaatkannya untuk menyampaikan pesan tersebut.

Dari sungai yang kecil, Riadi ingin memulai gagasan yang lebih besar: membangun Aiq Dareq dengan kesadaran bahwa desa bukan hanya tempat tinggal, tetapi warisan yang harus dijaga dan diwariskan dalam kondisi yang lebih baik kepada generasi berikutnya.

Tutup