Di Balik Gemerlap MotoGP Mandalika, PLN Pastikan ‘Nadi’ Kelistrikan Sirkuit Tak Boleh Padam
LOMBOK TENGAH – Ketika mesin-mesin MotoGP meraung di lintasan Mandalika pada 9–11 Oktober 2026, perhatian publik akan tertuju pada persaingan para pembalap. Namun jauh sebelum suara mesin memenuhi kawasan sirkuit, pekerjaan lain berlangsung di balik layar: memastikan energi listrik tetap tersedia dan sistem pendukungnya siap menghadapi seluruh kebutuhan operasional.
PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) kini memasuki tahapan pengujian langsung terhadap perangkat kelistrikan di Pertamina Mandalika International Circuit.
Senin (28/9/2026), sejumlah perangkat utama diuji secara langsung. Mulai dari Uninterruptible Power Supply (UPS), Unit Gardu Bergerak (UGB), panel kontrol hingga gardu hubung diperiksa untuk memastikan seluruh sistem berada dalam kondisi siap digunakan.
Pengujian tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Bagi PLN, persiapan menghadapi event internasional tidak cukup dilakukan dengan menempatkan peralatan di lokasi. Setiap perangkat harus diketahui responsnya ketika dioperasikan, sementara hubungan antara satu perangkat dengan perangkat lainnya juga harus dipastikan berjalan sebagaimana skenario yang telah dirancang.
Karena itu, uji coba dilakukan secara menyeluruh.
PLN bersama Unit Induk Kelistrikan (UIK) Dwipantara dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) turun langsung melakukan penyelarasan kesiapan teknis di kawasan sirkuit.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk mencocokkan antara perencanaan dengan kondisi aktual di lapangan. Hal ini penting mengingat kawasan sirkuit akan menjadi pusat aktivitas dengan kebutuhan operasional yang meningkat selama penyelenggaraan MotoGP.
Persiapan PLN sendiri telah dilakukan melalui penempatan sejumlah infrastruktur pendukung. Tiga titik inlet Unit Gardu Bergerak telah disiapkan dengan kapasitas total 1.280 kVA, ditambah berbagai peralatan cadangan yang diproyeksikan memperkuat keandalan sistem.
Dengan skema tersebut, PLN tidak hanya mempersiapkan sumber pasokan, tetapi juga memperhitungkan kebutuhan dukungan apabila kondisi operasional menuntut penggunaan peralatan tambahan.
General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli menegaskan bahwa pengujian menjadi bagian penting sebelum memasuki masa pelaksanaan.
“PLN terus memastikan seluruh peralatan dan sistem kelistrikan di Sirkuit Mandalika berada dalam kondisi siap operasi,” kata Yondri.
Menurutnya, perangkat seperti UPS, UGB, panel kontrol dan gardu hubung harus dipastikan tidak hanya berfungsi secara individual, tetapi juga terintegrasi dalam sebuah sistem.
“Kami ingin memastikan setiap perangkat, mulai dari UPS, UGB, panel kontrol hingga gardu hubung, dapat berfungsi sesuai standar dan terintegrasi dengan baik,” ujarnya.
Yondri mengatakan PLN juga memperkuat koordinasi dengan UIK Dwipantara dan ITDC guna memastikan kebutuhan kelistrikan selama MotoGP dapat ditangani secara optimal.
Persiapan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah event sebesar MotoGP tidak hanya ditentukan oleh apa yang terlihat di hadapan penonton. Ada sistem pendukung yang harus bekerja nyaris tanpa ruang untuk kesalahan.
Di balik sorotan lampu, layar informasi, fasilitas penunjang dan aktivitas ribuan orang di kawasan sirkuit, sistem kelistrikan menjadi salah satu fondasi yang harus tetap bekerja.
Dan sebelum pembalap memasuki lintasan, PLN terlebih dahulu memastikan fondasi tersebut telah diuji.