PT Duta Abadi Kebut Optimalisasi SPAM Semongkat, Proyek Rp19,3 Miliar Masuk Tahap Penting

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Tim PPS Kejati NTB meninjau langsung sejumlah bagian pekerjaan Optimalisasi SPAM Semongkat untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai target dan ketentuan teknis. (Dok. KEMENPU)

MATARAM – Pekerjaan Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat di Kabupaten Sumbawa terus dikebut. Proyek bernilai Rp19,3 miliar yang dikerjakan PT Duta Abadi tersebut kini memasuki tahapan penting, terutama pada pembenahan fasilitas Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan sejumlah bangunan pendukung yang menjadi jantung sistem pelayanan air minum masyarakat.

Proyek yang bersumber dari APBN 2026 melalui Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya dan BPBPK NTB ini memiliki masa pelaksanaan selama 225 hari, mulai Mei hingga Desember 2026. Pekerjaan fisiknya dipercayakan kepada PT Duta Abadi.

Di tengah berjalannya pekerjaan, monitoring dan evaluasi dilakukan Tim Pengamanan Pembangunan Strategis (PPS) Kejaksaan Tinggi NTB bersama BPBPK NTB melalui PPK Air Minum Faisal Temin Hamsyir.

Kehadiran Tim PPS di lapangan menjadi bagian dari pengawalan terhadap pelaksanaan pekerjaan agar berjalan sesuai target, ketentuan teknis dan tahapan yang telah ditetapkan.

Dalam monitoring tersebut, perhatian diarahkan pada perlunya percepatan pekerjaan, khususnya pembangunan bangunan kimia dan Unit Instalasi Pengolahan Air yang merupakan bagian penting dalam sistem operasional SPAM Semongkat.

Bagi PT Duta Abadi, tantangan tersebut menjadi bagian dari pekerjaan besar untuk memastikan seluruh komponen yang dibangun dan direhabilitasi dapat terintegrasi ketika sistem nantinya dioperasikan secara penuh.

Progres Terus Didorong

Sebelumnya, Direktur Utama Perumdam Batulanteh Sumbawa H. Abdul Hakim menyampaikan bahwa progres fisik Optimalisasi SPAM Semongkat pada akhir Agustus 2026 telah mencapai sekitar 40 persen. Sementara pekerjaan penggantian jaringan distribusi sepanjang enam kilometer telah rampung.

Enam kilometer jaringan tersebut meliputi sekitar 2,5 kilometer di wilayah PPN Bukit Permai dan 3,5 kilometer dari Moyo Hilir menuju Moyo Utara.

Setelah pekerjaan jaringan distribusi tersebut diselesaikan, fokus pekerjaan diarahkan pada pembenahan fasilitas IPA. Perumdam Batulanteh menyebut pekerjaan IPA pertama ditargetkan selesai pada September, sebelum dilanjutkan pada dua IPA lainnya hingga keseluruhan paket ditargetkan rampung pada Desember 2026.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan PT Duta Abadi tidak hanya berkutat pada pembangunan struktur baru, tetapi juga mencakup pembenahan berbagai komponen sistem yang telah ada agar dapat berfungsi lebih optimal.

Proyek dengan Dampak Pelayanan Luas

Optimalisasi SPAM Semongkat memiliki arti strategis karena sistem ini dirancang untuk mendukung pelayanan air minum di 29 desa yang tersebar pada lima kecamatan, dengan total sekitar 12.510 sambungan rumah eksisting.

Wilayah pelayanan tersebut mencakup Kecamatan Sumbawa, Labuhan Badas, Unter Iwes, Moyo Utara dan Moyo Hilir.

Kementerian PU mencatat SPAM Semongkat memanfaatkan sumber air baku dari Sungai Semongkat dengan kapasitas 165 liter per detik. Air baku kemudian dialirkan menuju IPA Pungka untuk menjalani proses pengolahan sebelum ditampung pada tiga reservoir distribusi dan selanjutnya dialirkan melalui jaringan distribusi menuju sambungan rumah.

Karena itu, keberadaan fasilitas pengolahan yang berfungsi baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesinambungan pelayanan.

Optimalisasi yang dilakukan juga mencakup rehabilitasi dan optimalisasi IPA Pungka berkapasitas 150 liter per detik, perbaikan reservoir serta jaringan perpipaan internal, pembangunan fasilitas pendukung IPA, peningkatan sistem mekanikal-elektrikal, revitalisasi jaringan distribusi utama dan pembangunan struktur perlintasan pipa.

Sinergi Jadi Kunci Penyelesaian

Selain pekerjaan fisik, Tim PPS Kejati NTB mendorong pelaksana meningkatkan koordinasi dengan Perumdam Batulanteh, terutama terkait dukungan tenaga yang dapat diperbantukan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Sinergi tersebut menjadi penting karena proyek air minum memiliki karakter berbeda dengan pembangunan infrastruktur biasa. Setelah pekerjaan konstruksi selesai, fasilitas tersebut harus langsung mampu menunjang sistem pelayanan yang dikelola operator.

Dalam konteks itu, PT Duta Abadi tidak hanya dituntut mengejar target waktu, tetapi juga menjaga kualitas pekerjaan, ketepatan teknis dan keselamatan selama proses pembangunan.

Dengan nilai pekerjaan mencapai Rp19,3 miliar, proyek ini menjadi salah satu paket strategis pembangunan infrastruktur air minum Kabupaten Sumbawa pada 2026. Empat paket pembangunan dan pembenahan sarana air minum yang diterima Sumbawa dari pemerintah pusat pada tahun ini memiliki total nilai sekitar Rp48,1 miliar.

Bagi PT Duta Abadi, penyelesaian Optimalisasi SPAM Semongkat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas penyedia jasa dalam menangani pekerjaan infrastruktur dasar yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Apalagi, keberhasilan pekerjaan nantinya tidak hanya diukur dari berdirinya bangunan atau terpasangnya jaringan pipa, tetapi dari kemampuan seluruh sistem untuk bekerja secara optimal.

Dengan percepatan yang terus dilakukan di lapangan, dukungan pengawasan serta koordinasi bersama Perumdam Batulanteh, pekerjaan Optimalisasi SPAM Semongkat diharapkan dapat diselesaikan sesuai target.

Pada akhirnya, kualitas pekerjaan PT Duta Abadi akan menemukan ukurannya ketika infrastruktur yang dibangun mampu mengantarkan pelayanan air minum yang lebih stabil, andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumbawa.

Tutup