Kamis, 15 Januari 2026 | 21.10 WITA
Ekobis  

Lonjakan Konsumsi Listrik Warnai Malam Tahun Baru 2026, PLN NTB Jaga Keandalan Pasokan

2. Petugas PLN UIW NTB siaga di lokasi perayaan Tahun Baru 2026, memastikan sistem kelistrikan tetap aman di tengah lonjakan beban listrik. (Dok. PLN)

Mataram – Peningkatan kebutuhan listrik menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas masyarakat pada malam pergantian Tahun Baru 2026 di Nusa Tenggara Barat. PT PLN (Persero) mencatat, realisasi beban puncak sistem kelistrikan di wilayah NTB tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya, namun seluruh perayaan tetap berlangsung tanpa gangguan berarti.

Data PLN UIW NTB menunjukkan, Sistem Lombok mencatat lonjakan paling signifikan dengan beban puncak mencapai 366,9 MW pada 31 Desember 2025. Peningkatan hampir 14 persen ini dipengaruhi oleh padatnya aktivitas di kawasan perkotaan, pusat kuliner, serta lokasi hiburan yang menjadi magnet perayaan masyarakat menyambut tahun baru.

Sementara itu, Sistem Tambora juga menunjukkan tren kenaikan konsumsi listrik. Beban puncak tercatat sebesar 145,9 MW, meningkat dari 135,8 MW pada akhir tahun 2024. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas dan kegiatan masyarakat di wilayah Sumbawa dan sekitarnya selama libur akhir tahun.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyampaikan bahwa PLN telah menyiapkan seluruh infrastruktur kelistrikan dalam kondisi siaga penuh. Pengamanan dilakukan melalui pemantauan sistem secara berkelanjutan, kesiapan pembangkit, serta penempatan petugas di titik-titik rawan dan pusat keramaian.

PLN juga memastikan kecepatan penanganan gangguan menjadi prioritas utama. Petugas siaga 24 jam didukung peralatan dan sistem pengendalian terintegrasi, sehingga setiap potensi gangguan dapat segera diatasi. Dengan langkah tersebut, pasokan listrik selama perayaan Tahun Baru 2026 di NTB terjaga andal dan stabil.