Sabtu, 14 Februari 2026 | 06.58 WITA
NTB  

Lapas Lombok Barat Gandeng Dunia Usaha, Dekranasda NTB Resmikan Program Pembinaan Konveksi

Ketua Dekranasda NTB Sinta Agathia Iqbal bersama jajaran Ditjenpas NTB dan pihak mitra melakukan prosesi pemotongan pita sebagai tanda peresmian program pembinaan konveksi di Lapas Lombok Barat. (Foto istimewa)

Lombok Barat – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta Agathia Iqbal, meresmikan Program Pembinaan Kemandirian Konveksi bagi warga binaan di Lapas Lombok Barat, Jum’at (13/10). Peresmian tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Lombok Barat dan PT Segara Mitra Utama sebagai mitra dunia usaha.

Kegiatan peresmian turut disaksikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) NTB, Agung Krisna, serta Kepala Lapas Lombok Barat, M. Fadli. Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat pembinaan kemandirian dan peningkatan keterampilan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat.

Dalam sambutannya, Sinta Agathia Iqbal menyampaikan bahwa program pemberdayaan ini diharapkan dapat menumbuhkan harapan dan motivasi bagi warga binaan. Dekranasda NTB ingin memastikan bahwa setelah keluar nanti, mereka tetap merasa memiliki keluarga dan lingkungan yang mau menerima kembali.

“Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” pungkasnya

Menurutnya salah satu produk unggulan seperti “Batik Tulis Gembok” memiliki keunikan tersendiri. Salah satu faktor yang membuat batik hasil karya warga binaan menonjol adalah perpaduan warna dan desain yang unik, yang ternyata lahir dari latar belakang keahlian seni para warga binaan itu sendiri.

“Kenapa ini bisa bagus banget? Karena ternyata di sini ada penato yang jago menato. Jadi dari keahliannya menato ini bisa berbagi ke temannya, diturunkan ke batiknya. Dan itu memang unik, tidak banyak saya lihat di batik-batiknya NTB model yang seperti ini yang bisa perpaduan sekian warna,” sebutnya.

Ketua Dekranasda NTB, Sinta Agathia Iqbal, menyampaikan sambutan saat peresmian Program Pembinaan Kemandirian Konveksi bagi warga binaan di Lapas Lombok Barat. (Foto istimewa)

Program pemberdayaan ini diharapkan dapat menumbuhkan harapan dan motivasi bagi warga binaan. Dekranasda NTB ingin memastikan bahwa setelah keluar nanti, mereka tetap merasa memiliki keluarga dan lingkungan yang mau menerima kembali.

“Saya percaya di mana kita memiliki harapan, di mana kita masih memiliki kemauan, maka di situlah harapan itu berada. Pada saat harapan itu kita wujudkan, maka di situlah impian-impian kita bisa kita laksanakan bersama,” pungkasnya

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas NTB, Agung Krisna menegaskan komitmen Ditjenpas NTB dalam mendorong kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan kualitas pembinaan di lapas. “Sinergi dengan Dekranasda dan mitra swasta merupakan bentuk implementasi pembinaan berbasis produktivitas. Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan untuk menyiapkan warga binaan agar kembali ke masyarakat secara lebih baik,” kata Agung.

Senada dengan Kakanwil ditjenpas NTB, Kalapas Lombok Barat, M. Fadli, menjelaskan bahwa program konveksi ini dirancang berkelanjutan dan terintegrasi dengan kebutuhan industri. “Kami ingin hasil pembinaan benar-benar relevan dengan pasar. Kerja sama dengan PT Segara Mitra Utama menjadi jembatan agar keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat terserap dan bernilai nyata,” tuturnya.

Melalui peresmian program dan penandatanganan PKS ini, Lapas Lombok Barat berharap pembinaan kemandirian konveksi dapat menjadi model penguatan keterampilan produktif yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga binaan setelah menjalani masa pidana.