Kamis, 15 Januari 2026 | 19.33 WITA
Ekobis  

Bukan Sekadar Apel, PLN UIW NTB Jadikan Bulan K3 2026 Momentum Perubahan Budaya Kerja

General Manager PLN UIW NTB memasangkan helm keselamatan kepada petugas lapangan sebagai penegasan bahwa keselamatan kerja adalah prioritas utama di setiap aktivitas kelistrikan. (Dok. PLN)

Mataram – Di tengah tingginya risiko kerja sektor ketenagalistrikan, PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menegaskan bahwa keselamatan kerja adalah harga mati. Komitmen tersebut ditegaskan melalui Apel Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 yang digelar serentak di berbagai unit kerja, Senin (12/1/2026).

Apel ini bukan hanya seremoni, melainkan momentum refleksi dan konsolidasi seluruh insan PLN serta mitra kerja. Tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif” dipilih sebagai respons atas kompleksitas pekerjaan kelistrikan yang menuntut standar keselamatan tertinggi.

Sambutan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, yang dibacakan dalam apel tersebut menyoroti pentingnya perubahan paradigma. Kecelakaan kerja, menurutnya, tidak boleh lagi dipandang sebagai nasib, tetapi sebagai indikator lemahnya sistem pengendalian risiko dan budaya keselamatan.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa PLN mendorong seluruh pekerja untuk memiliki keberanian menghentikan pekerjaan apabila ditemukan potensi bahaya. Sikap saling mengingatkan, disiplin pada SOP, serta kepedulian terhadap rekan kerja menjadi fondasi utama dalam membangun budaya K3 yang kuat.

Selama Bulan K3 Nasional 2026, PLN UIW NTB menggelar berbagai kegiatan strategis, mulai dari sertifikasi pengawas pekerjaan, penguatan Contractor Safety Management System (CSMS), inspection day, hingga workshop penyusunan SOP dan Job Safety Analysis (JSA). Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk memastikan bahwa keselamatan tidak hanya dipahami, tetapi juga dipraktikkan secara konsisten.

Melalui pendekatan promotif dan preventif, PLN UIW NTB optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat.