Sekotong – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, memicu respon cepat dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat. Melalui program kemanusiaan, YBM PLN menyalurkan bantuan sekaligus melakukan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan di dua dusun yang terdampak cukup parah, yakni Dusun Bengkang, Desa Persiapan Pengantap, serta Dusun Sauh, Desa Blongas. Kedua wilayah tersebut sebelumnya terendam air akibat intensitas hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, makanan siap saji, serta perlengkapan bayi seperti popok dan kebutuhan dasar lainnya. Setiap lokasi menerima 10 paket bantuan yang disalurkan secara langsung kepada warga.
Selain bantuan logistik, YBM PLN UIW NTB juga melakukan asesmen lapangan untuk mengetahui secara detail kondisi pascabencana. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa beberapa wilayah masih tertutup lumpur tebal, sementara aktivitas warga belum sepenuhnya kembali normal.
Tim relawan mencatat adanya potensi banjir susulan jika hujan kembali mengguyur wilayah tersebut. Kondisi ini membuat sebagian warga masih waspada dan belum berani membersihkan rumah secara maksimal.
“Kami menemukan bahwa kebutuhan warga tidak hanya pada makanan, tetapi juga pakaian layak pakai, selimut, serta air bersih,” ungkap salah satu petugas di lapangan.

Asesmen tersebut juga menyoroti kebutuhan perlengkapan pendukung bagi relawan, seperti jas hujan dan sepatu bot, guna menunjang keselamatan saat menjangkau titik-titik sulit dijangkau.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyatakan bahwa program bantuan melalui YBM PLN merupakan bentuk kepedulian insan PLN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“PLN tidak hanya hadir menjaga keandalan listrik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat seperti ini,” katanya.
Menurut Sri Heny, koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait akan terus dilakukan agar penanganan pascabencana dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Kami berharap apa yang kami lakukan hari ini dapat menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Sekotong agar dapat kembali menjalani aktivitas dengan normal,” ujarnya.





