Lombok Tengah – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menunjukkan respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda Desa Kabul, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah. Melalui Tim Tanggap Darurat Bencana (TRC), PLN menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat pascabencana.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026, di Kantor Desa Kabul. Bantuan yang disalurkan berupa 145 paket sembako yang diperuntukkan bagi 145 kepala keluarga (KK) terdampak banjir, sesuai dengan laporan kejadian dan data resmi dari BPBD Provinsi NTB.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana alam.
“Melalui TRC, PLN mengorganisasi seluruh potensi yang dimiliki, mulai dari personel, peralatan, hingga logistik, agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Bantuan ini kami salurkan berdasarkan data BPBD agar tepat sasaran,” jelas Sri Heny.
Ia menambahkan bahwa kehadiran PLN tidak hanya terbatas pada pemulihan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga mencakup aspek sosial kemanusiaan. Dalam situasi darurat, PLN berkomitmen untuk ikut hadir membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana.

Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, yang turut mendampingi penyerahan bantuan, menyebutkan bahwa koordinasi dengan pemerintah desa dan BPBD menjadi kunci dalam memastikan bantuan tersalurkan secara efektif.
Sementara itu, Kepala Desa Kabul, Sahurim, menyambut baik langkah PLN UIW NTB yang turun langsung ke lapangan. Ia mengungkapkan bahwa bantuan sembako sangat dibutuhkan warga mengingat aktivitas ekonomi dan distribusi bahan pangan sempat terganggu akibat banjir.
“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diberikan PLN. Warga kami benar-benar merasakan manfaatnya, terutama di saat kondisi masih belum sepenuhnya pulih,” ujarnya.
Banjir yang melanda Lombok Tengah terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Sejumlah kawasan permukiman terendam, memaksa warga melakukan pembersihan rumah dan lingkungan setelah air surut. Dalam kondisi tersebut, dukungan berbagai pihak menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemulihan.
Melalui kegiatan ini, PLN UIW NTB menegaskan perannya sebagai BUMN yang tidak hanya fokus pada layanan kelistrikan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial kemanusiaan. Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan wilayah terhadap dampak bencana di masa mendatang.





