Kamis, 15 Januari 2026 | 19.33 WITA
Ekobis  

Hadapi Cuaca Ekstrem dan Lonjakan Beban, PLN UIW NTB Kerahkan Ribuan Personel Jaga Listrik Tahun Baru

GM PLN UIW NTB berdialog dengan petugas lapangan saat inspeksi kesiapan peralatan dan personel guna memastikan keandalan pasokan listrik selama malam pergantian tahun. (Dok. PLN)

Mataram – Menjelang malam pergantian tahun, PT PLN (Persero) menggelar Apel Siaga Kelistrikan Nasional sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi lonjakan beban listrik dan ancaman cuaca ekstrem. Apel ini dipimpin langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang menekankan pentingnya soliditas dan kecepatan respons seluruh unit di daerah.

Dalam sambutannya, Darmawan mengingatkan jajaran PLN agar tidak lengah terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang tengah terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menegaskan bahwa keandalan listrik merupakan bagian vital dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan stabilitas aktivitas masyarakat saat perayaan Tahun Baru.

PLN UIW NTB merespons arahan tersebut dengan menyiagakan seluruh sumber daya secara maksimal. Tercatat, ratusan personel internal PLN bersama tenaga alih daya dan mitra kerja diterjunkan, dilengkapi ratusan unit kendaraan operasional serta peralatan pendukung untuk penanganan gangguan.

Secara sistem, kondisi kelistrikan NTB berada dalam status aman. Sistem Lombok mampu melayani beban puncak hingga 364 MW dari daya pasok 400 MW, sementara Sistem Tambora mencatat beban puncak 148 MW dengan daya pasok 168 MW. Kenaikan beban dibanding tahun sebelumnya dinilai masih dalam batas kendali sistem.

Menurut Sri Heny Purwanti, PLN UIW NTB juga memprioritaskan pengamanan listrik di puluhan lokasi perayaan Tahun Baru serta objek vital dan VVIP/VIP seperti rumah sakit, kantor pemerintahan, dan hotel. Langkah ini bertujuan memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa gangguan kelistrikan.

Sebagai bagian dari transformasi energi, PLN turut memastikan kesiapan infrastruktur kendaraan listrik. Seluruh SPKLU di NTB dipastikan beroperasi normal, dengan tren peningkatan penggunaan tercatat menjelang akhir Desember 2025, terutama di kawasan pusat perbelanjaan.