Selasa, 27 Januari 2026 | 01.24 WITA
Ekobis  

Bank NTB Syariah Perluas Pojok NTBS, Digitalisasi Pasar Tradisional Mataram Makin Digenjot

Pedagang pasar mulai beralih ke pembayaran non-tunai melalui layanan QRIS Bank NTB Syariah. (Dok. Bank NTB Syariah)

Mataram – Upaya mempercepat digitalisasi ekonomi kerakyatan terus dilakukan Bank NTB Syariah. Setelah sukses mengimplementasikan sistem transaksi non-tunai di Pasar Dasan Agung, bank daerah tersebut akan memperluas program pendampingan digital ke tiga pasar tradisional lainnya di Kota Mataram melalui pembukaan Pojok NTBS.

Keputusan ini diambil sebagai respons atas tingginya antusiasme pedagang dalam memanfaatkan layanan QRIS sebagai metode pembayaran. Pasar Dasan Agung menjadi contoh konkret bahwa digitalisasi dapat berjalan efektif bahkan di sektor perdagangan tradisional, asalkan disertai dengan pendampingan intensif.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyebut keberadaan 129 merchant aktif QRIS di Pasar Dasan Agung sebagai indikator bahwa pedagang semakin percaya pada sistem transaksi digital.

“Transformasi ini tidak hanya soal teknologi, tetapi soal membangun kepercayaan pedagang. Kami hadir langsung di pasar agar mereka merasa aman dan terbantu,” kata Nazaruddin.

Pojok NTBS yang akan dibuka di tiga pasar tambahan itu akan difungsikan sebagai pusat layanan terpadu. Selain membantu pedagang dalam proses transaksi digital, petugas juga akan memberikan bimbingan terkait penggunaan aplikasi perbankan, pencatatan keuangan sederhana, hingga konsultasi pembiayaan usaha.

Dalam skema ini, Pojok NTBS juga berperan sebagai unit penanganan gangguan transaksi QRIS secara cepat. Jika terjadi kendala teknis, pedagang tidak perlu lagi mendatangi kantor bank, melainkan cukup melapor langsung di area pasar.

Di sisi lain, Bank NTB Syariah juga menjadikan program ini sebagai sarana untuk memperkenalkan perubahan orientasi pembiayaan. Jika sebelumnya pembiayaan lebih banyak diarahkan ke sektor konsumtif, kini fokus mulai digeser ke sektor produktif, terutama UMKM yang menjadi penggerak utama roda ekonomi daerah.

Pertumbuhan transaksi QRIS di pasar tradisional NTB hingga akhir 2025 tercatat meningkat signifikan. Tidak hanya jumlah transaksi yang naik, saldo yang tersimpan di rekening pedagang juga menunjukkan tren positif. Hal ini mengindikasikan mulai tumbuhnya budaya menabung dan pengelolaan keuangan formal di kalangan pedagang pasar.

Sinergi antara pemerintah daerah dan perbankan syariah dalam program ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperluas inklusi keuangan. Dengan memperbanyak titik layanan di pasar rakyat, akses masyarakat terhadap sistem perbankan menjadi semakin dekat dan mudah.

Melalui ekspansi Pojok NTBS di Kota Mataram, Bank NTB Syariah menargetkan terciptanya pasar tradisional yang lebih modern, efisien, dan terintegrasi dengan sistem keuangan digital. Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi penguatan ekonomi berbasis UMKM hingga 2026 dan seterusnya.