Hadapi Ancaman Kekeringan, Bappeda NTB Dorong Pengelolaan Air Terpadu
MATARAM – Pengelolaan sumber daya air secara terpadu menjadi salah satu perhatian penting Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam menghadapi ancaman perubahan iklim, degradasi daerah tangkapan air, hingga potensi kekeringan ekstrem. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan ekosistem di daerah.
Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Sidang Pleno Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Wilayah Sungai (WS) Lombok Tahun 2026 yang dibuka Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., selaku Ketua TKPSDA WS Lombok, di Ruang Rapat Geopark Bappeda NTB, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Baiq Nelly menegaskan bahwa air merupakan sumber kehidupan yang menopang berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, industri, hingga pariwisata. Karena itu, ketersediaan dan pengelolaannya memiliki peran penting bagi keberlangsungan aktivitas ekonomi maupun kehidupan masyarakat.
Namun, tantangan perubahan iklim dan menurunnya kondisi daerah tangkapan air membuat pengelolaan sumber daya air membutuhkan perhatian lebih. Terlebih, potensi kekeringan ekstrem dapat memengaruhi ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan masyarakat.
Menurut Baiq Nelly, persoalan tersebut tidak dapat ditangani melalui pendekatan sektoral atau hanya oleh satu pihak. Diperlukan koordinasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan agar pengelolaan air dapat berjalan secara terpadu.

“Pengelolaan yang adil dan efisien menjadi kunci agar distribusi air dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.
Melalui Sidang Pleno TKPSDA WS Lombok Tahun 2026, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga ketersediaan air. Pembahasan juga diarahkan pada peningkatan konservasi daerah aliran sungai (DAS), penguatan ketahanan pangan, serta penyusunan kebijakan yang mampu menyesuaikan diri dengan tantangan perubahan iklim.
Bagi NTB, pengelolaan sumber daya air berkaitan erat dengan keberlangsungan sektor pertanian dan upaya menjaga ketahanan pangan daerah. Ketersediaan air yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan berbagai sektor yang bergantung pada sumber daya tersebut.
Menutup sambutannya, Baiq Nelly menyampaikan bahwa pengelolaan sumber daya air merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan Provinsi NTB. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan pengelolaan air yang berkelanjutan guna mendukung pembangunan daerah.