PLN NTB Dorong Pemberdayaan Perempuan Medana, Hasil Usaha Produktif Bantu Warga Terdampak Kekeringan
LOMBOK UTARA – Ukuran keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak semestinya hanya dilihat dari meningkatnya pendapatan atau berkembangnya sebuah usaha. Ada ukuran lain yang jauh lebih besar, yakni sejauh mana masyarakat yang diberdayakan mampu menciptakan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Hal inilah yang kini ditunjukkan Kelompok Klub Baca Perempuan Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara. Kelompok perempuan binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) tersebut berhasil mengubah aktivitas ekonomi produktif menjadi gerakan kepedulian sosial bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
Melalui budidaya jamur dan produksi Virgin Coconut Oil (VCO), kelompok ini tidak hanya mengembangkan sumber penghasilan, tetapi juga menyisihkan sebagian hasil usahanya untuk mendukung distribusi air bersih bagi warga.
Sejak Juni 2026, lebih dari 90.000 liter air bersih telah disalurkan kepada lebih dari 1.000 jiwa di Kecamatan Bayan dan Kayangan.
Capaian tersebut memberikan gambaran bahwa program pemberdayaan ekonomi dapat memiliki dampak yang lebih luas ketika masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai penerima bantuan, tetapi juga diberikan ruang untuk menjadi penggerak perubahan.
Di Desa Medana, penguatan kapasitas ekonomi perempuan menjadi pintu masuk bagi lahirnya inisiatif sosial. Hasil kegiatan produktif yang dijalankan kelompok tidak berhenti pada kepentingan internal anggota, melainkan dimanfaatkan untuk merespons kebutuhan masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
Distribusi bantuan menjangkau Dusun Dasan Gelumpang, Dusun Panggung Barat, Desa Andalan, Desa Selengen, serta sejumlah wilayah lainnya.
Persoalan air bersih menjadi semakin mendesak ketika sumber air pegunungan mengalami penurunan dan aliran sungai mengering akibat musim kemarau. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses air, situasi tersebut memaksa mereka mengeluarkan biaya tambahan atau menempuh perjalanan untuk mendapatkan air.
Kelompok Klub Baca Perempuan Desa Medana kemudian mengambil bagian dalam membantu meringankan beban tersebut.
Ketua kelompok, Nursida Syam, menyampaikan bahwa bantuan air bersih didistribusikan secara rutin dua hingga tiga kali dalam seminggu dengan mengerahkan dua hingga empat truk pada setiap kegiatan.
Prioritas diberikan kepada warga yang paling membutuhkan, terutama lanjut usia, orang tua tunggal, dan keluarga kurang mampu.
Pola penyaluran berkala tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih teratur di tengah keterbatasan sumber air.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadfli, mengapresiasi perkembangan kelompok perempuan tersebut. Ia menegaskan bahwa orientasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN bukan hanya mendorong peningkatan pendapatan, tetapi juga membangun kemandirian dan kepedulian sosial.
Menurutnya, kelompok perempuan Desa Medana memperlihatkan bagaimana penerima manfaat program pemberdayaan mampu tumbuh menjadi pemberi manfaat bagi masyarakat lainnya.
Program Desa Berdaya Medana menjadi salah satu bentuk pendekatan pemberdayaan yang menghubungkan penguatan ekonomi lokal dengan kebutuhan sosial masyarakat.
Dalam konteks ini, perempuan memiliki posisi strategis. Mereka bukan hanya menjadi bagian dari penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga mampu mengambil peran dalam membangun solidaritas dan ketahanan komunitas.
Lebih jauh, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa program TJSL dapat memberikan dampak berkelanjutan ketika potensi lokal dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan usaha kelompok sekaligus memastikan semangat kepedulian sosial yang telah tumbuh dapat terus berkembang.
Sebab, pemberdayaan yang sesungguhnya bukan ketika masyarakat terus bergantung pada bantuan, melainkan ketika mereka memiliki kemampuan untuk berdiri mandiri dan ikut membantu masyarakat lainnya.
Dari Desa Medana, kelompok perempuan ini memperlihatkan bahwa usaha kecil yang dikelola secara produktif dapat memiliki arti besar ketika hasilnya dibagikan untuk kepentingan bersama.