Bappeda NTB Dorong Sinkronisasi Perencanaan dan Anggaran untuk PAUD Bermutu

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti saat menjadi narasumber dalam Rakor Kemitraan PAUD Bermutu 2026. (Dok. Bappeda NTB)

MATARAM – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., menekankan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah dan penganggaran dalam mendukung terwujudnya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bermutu di NTB.

Hal tersebut disampaikan Baiq Nelly saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Kemitraan Pemangku Kepentingan dalam Mendukung Program PAUD Bermutu Provinsi NTB Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Madani, Mataram, Senin (26/10/2026), dan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia Soedjoko Iqbal.

Dalam pemaparannya, Baiq Nelly mengangkat pentingnya keterpaduan perencanaan dan penganggaran agar upaya peningkatan mutu PAUD dapat didukung melalui program pembangunan daerah. Menurutnya, pendidikan anak usia dini merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Dari sisi perencanaan pembangunan, dukungan terhadap PAUD tidak hanya berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga perlu memperhatikan pemerataan akses dan kualitas layanan di seluruh wilayah NTB. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan diperlukan agar kebutuhan pengembangan PAUD dapat menjadi perhatian bersama dalam proses perencanaan dan penganggaran daerah.

Keterlibatan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam memastikan layanan pendidikan anak usia dini dapat menjangkau lebih banyak anak. Koordinasi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.

Rapat koordinasi membahas penguatan kemitraan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan anak usia dini di NTB. (Dok. Bappeda NTB)

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi NTB, Hj. Sinta Agathia Soedjoko Iqbal, dalam sambutannya mengingatkan bahwa PAUD bermutu tidak semata-mata diukur dari bangunan yang megah atau fasilitas modern. Hal yang lebih penting adalah menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, serta mampu mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

“Yang kita inginkan adalah anak-anak mendapatkan pendidikan di usia dini dengan nyaman, menyenangkan, dan memperoleh hak-hak mereka sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Bunda Sinta juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, serta keterlibatan keluarga dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, pola pendidikan di satuan PAUD perlu berjalan selaras dengan pengasuhan di rumah. Penguatan pendataan dan koordinasi lintas instansi juga diperlukan agar tidak ada anak yang kehilangan hak untuk memperoleh layanan pendidikan.

Ia turut mengingatkan bahwa keberlanjutan program PAUD harus menjadi komitmen bersama. Program yang telah berjalan dan terbukti efektif perlu terus dievaluasi serta disempurnakan, sehingga pelaksanaannya tidak selalu dimulai kembali dari awal setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan.

Melalui rapat koordinasi tersebut, penguatan kemitraan antarpemangku kepentingan diharapkan dapat mendukung peningkatan mutu layanan PAUD di NTB. Sinkronisasi perencanaan dan penganggaran yang didorong Bappeda NTB menjadi salah satu aspek penting agar upaya pemerataan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini dapat diperhatikan dalam arah pembangunan daerah.

Tutup