Bappeda NTB Perkuat Paparan Desa Sakra Selatan dalam Penilaian Stunting Nasional 2026

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti mengikuti wawancara virtual penilaian Desa Sakra Selatan dalam percepatan penurunan stunting. (Dok. Bappeda NTB)

MATARAM – Desa Sakra Selatan, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, mendapat kesempatan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 tingkat nasional. Penilaian yang diselenggarakan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) RI tersebut menjadi ajang untuk melihat praktik dan kinerja desa dalam menjalankan upaya pencegahan serta percepatan penurunan stunting.

Untuk memperkuat kesiapan desa dalam menghadapi penilaian tersebut, Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., bersama Kepala DPMPD-Dukcapil NTB, Ir. Lalu Hamdi, M.Si., dan Tim Verifikasi mengikuti wawancara secara virtual sekaligus memberikan penguatan terhadap paparan Desa Sakra Selatan. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Lakey Bappeda NTB, Selasa (15/9/2026).

Dalam sesi wawancara tersebut, Kepala Desa Sakra Selatan, Lalu Burhan, memaparkan sejumlah praktik baik yang telah dijalankan pemerintah desa dalam mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Materi yang disampaikan mencakup pelaksanaan rembuk stunting, konvergensi lintas sektor, kinerja Kader Pembangunan Manusia (KPM), hingga komitmen pemerintah desa dalam menjalankan berbagai program terkait.

Salah satu hal yang turut menjadi perhatian dalam paparan tersebut adalah inovasi unggulan desa bernama Getak Mako. Inovasi ini menjadi bagian dari praktik yang diperkenalkan Desa Sakra Selatan dalam penilaian tingkat nasional. Namun, rincian mekanisme dan pelaksanaan inovasi tersebut belum dijelaskan dalam bahan informasi yang disampaikan.

Berbagai upaya yang dipaparkan menunjukkan bahwa pencegahan stunting di tingkat desa tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program, tetapi juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur. Pemerintah desa, kader, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam mendukung pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan penanganan stunting.

Tim Bappeda NTB dan DPMPD-Dukcapil mengikuti wawancara virtual penilaian desa berkinerja baik dalam penurunan stunting 2026. (Dok. Bappeda NTB)

Hal tersebut juga ditegaskan Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, yang menyampaikan bahwa capaian Desa Sakra Selatan merupakan hasil kerja bersama berbagai unsur masyarakat.

“Keberhasilan Sakra Selatan ini merupakan hasil kerja keras pemerintah desa, kader, dan seluruh masyarakat. Semua unsur bergerak bersama untuk mempercepat penurunan stunting,” ujarnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan konvergensi penanganan stunting. Melalui pendekatan lintas sektor, upaya pencegahan dapat didukung oleh koordinasi pemerintah desa, peran kader, serta partisipasi masyarakat dalam menjalankan program di tingkat desa.

Dukungan Bappeda dan DPMPD-Dukcapil NTB dalam proses wawancara dan penguatan paparan juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah provinsi dalam mendampingi desa yang mewakili daerah di tingkat nasional.

Melalui penilaian ini, praktik baik yang telah dijalankan Desa Sakra Selatan diharapkan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam pengembangan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di desa-desa lainnya di NTB. Penguatan kerja sama antara pemerintah, kader, dan masyarakat tetap menjadi unsur penting dalam membangun lingkungan desa yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Tutup