Bappeda NTB Dorong Mahasiswa KKN UNDIKMA Hasilkan Program yang Berdampak bagi Desa

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Kepala Bappeda NTB bersama mahasiswa UNDIKMA dalam kegiatan pembekalan KKN Tematik. (Dok. Bappeda NTB)

MATARAM – Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) didorong tidak hanya menjalankan program sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Program pengabdian perlu disusun berdasarkan kondisi, potensi, dan persoalan yang dihadapi masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Hal tersebut menjadi salah satu penekanan Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si., saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) yang akan melaksanakan KKN Tematik, Jumat (28/8/2026).

Dalam arahannya, Baiq Nelly menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus terlibat langsung dalam memahami berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan KKN seharusnya tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kewajiban akademik atau banyaknya kegiatan yang berhasil dilaksanakan. Lebih dari itu, program yang dibawa mahasiswa perlu memiliki manfaat yang jelas dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi pengabdian.

Untuk mencapai hal tersebut, mahasiswa perlu memahami kondisi desa sebelum menentukan program kerja. Pemahaman terhadap situasi sosial, ekonomi, lingkungan, serta potensi unggulan desa menjadi langkah awal agar kegiatan yang dirancang tidak sekadar menjadi program formalitas, tetapi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pendekatan tersebut juga penting agar mahasiswa tidak langsung membawa program yang disusun berdasarkan asumsi pribadi tanpa terlebih dahulu melihat kondisi di lapangan. Setiap desa memiliki karakteristik, potensi, dan persoalan yang berbeda sehingga membutuhkan program pengabdian yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing wilayah.

Mahasiswa UNDIKMA mengikuti pembekalan KKN Tematik yang diberikan Kepala Bappeda Provinsi NTB. (Dok. Bappeda NTB)

Baiq Nelly juga menekankan pentingnya gagasan, pengetahuan, dan inovasi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Bekal keilmuan yang dimiliki mahasiswa diharapkan dapat diterapkan secara langsung untuk membantu mengembangkan potensi desa maupun memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN juga diharapkan mampu membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar program yang dijalankan tidak hanya berpusat pada kegiatan mahasiswa, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dan kondisi masyarakat sebagai pihak yang menerima manfaat.

Keberhasilan kegiatan KKN, sebagaimana ditekankan dalam pembekalan tersebut, tidak cukup diukur dari jumlah program atau kegiatan yang terlaksana. Aspek manfaat, keberlanjutan, serta dampak yang dihasilkan bagi masyarakat juga menjadi hal penting dalam menilai keberhasilan pengabdian mahasiswa.

Melalui pembekalan ini, mahasiswa KKN Tematik UNDIKMA diharapkan dapat menjalankan pengabdian dengan mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan kebermanfaatan. Mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis masyarakat dan pemerintah desa dalam menggali potensi wilayah serta mendukung pelaksanaan pembangunan di tingkat lokal.

Keterlibatan perguruan tinggi melalui kegiatan KKN menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung di tengah masyarakat. Dengan program yang disusun berdasarkan kebutuhan desa, kegiatan pengabdian diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung upaya pembangunan Provinsi NTB dari tingkat desa.

Tutup