Sabu 2 Kilogram dan Ratusan Ekstasi Ditemukan di Cakranegara, Polda NTB Dituntut Bongkar Mata Rantai Pemasok

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
Kapolda NTB bersama jajaran Ditresnarkoba saat menunjukkan barang bukti narkotika hasil penggerebekan di Cakranegara, Mataram. Sebanyak 2 kilogram lebih sabu dan 265 butir ekstasi berhasil disita, Selasa (3/11/2026). (Foto: istimewa)

MATARAM – Penangkapan seorang pria berinisial IS di Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (3/11/2026), menyisakan pekerjaan besar bagi aparat penegak hukum. Bukan semata soal penangkapan seorang terduga pelaku, melainkan bagaimana mengungkap asal-usul narkotika dalam jumlah besar yang ditemukan di lokasi.

Dalam penggerebekan yang dipimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda NTB tersebut, petugas menyita lebih dari 2 kilogram sabu dan 265 butir ekstasi. Kapolda NTB Kalingga Rendra Raharja bahkan hadir langsung menyaksikan proses penindakan yang berlangsung sekitar pukul 19.00 Wita.

Jumlah barang bukti yang ditemukan menjadi perhatian tersendiri. Sebanyak 16 bungkus besar sabu dan 27 bungkus ekstasi berhasil diamankan dari lokasi. Polisi juga menyita satu klip sabu yang dibawa IS serta satu unit sepeda motor Yamaha berwarna biru.

Temuan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan penting yang kini perlu dijawab melalui proses penyidikan. Dari mana narkotika itu berasal? Apakah barang tersebut hanya dikuasai untuk kepentingan pribadi atau diduga menjadi bagian dari aktivitas distribusi? Siapa saja pihak yang berada di belakang pasokan barang haram tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu menjadi penting karena pemberantasan narkotika tidak cukup hanya berhenti pada penangkapan orang yang berada di lokasi. Penelusuran terhadap sumber pasokan, jalur distribusi, hingga kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas menjadi bagian penting untuk memutus mata rantai peredaran.

Kapolda NTB menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Laporan itu ditindaklanjuti aparat kepolisian hingga berujung pada penggerebekan di kediaman IS.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat, pada malam hari pukul 19.00, kami berhasil mengamankan satu tersangka berinisial IS, warga Kelurahan Sapta Marga, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram,” ungkap Kapolda.

Kehadiran Kapolda dalam operasi tersebut memperlihatkan perhatian pimpinan Polda NTB terhadap upaya pemberantasan narkotika. Namun, keberhasilan penindakan kali ini juga perlu diikuti dengan pengembangan perkara secara menyeluruh agar tidak berhenti pada satu orang yang telah diamankan.

Kapolda menegaskan, Polda NTB bersama seluruh polres jajaran akan terus melakukan pemberantasan narkoba. Dia juga mengajak kepala lingkungan dan tokoh masyarakat untuk ikut memperkuat pengawasan di wilayah masing-masing.

Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari keluarga, lingkungan tempat tinggal, serta peran orang tua dalam mengawasi anggota keluarga, khususnya generasi muda.

Imbauan tersebut menjadi relevan karena pemberantasan narkotika membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Informasi dari masyarakat dapat menjadi pintu awal pengungkapan, sementara pengawasan lingkungan dapat membantu mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.

Kini, perhatian publik tertuju pada langkah lanjutan Ditresnarkoba Polda NTB. Pengembangan kasus diharapkan mampu menjawab asal-usul lebih dari 2 kilogram sabu dan ratusan butir ekstasi yang disita, sekaligus mengungkap apakah terdapat pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut.

Polda NTB menyatakan penyidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan adanya jaringan lain yang berkaitan dengan IS.

Ujian sesungguhnya dari pengungkapan ini bukan hanya pada keberhasilan mengamankan barang bukti, tetapi juga sejauh mana aparat mampu membongkar mata rantai peredaran hingga ke sumbernya.

Tutup