Target Terlampaui! PAD Lombok Barat 2025 Cetak Capaian Mengejutkan
Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mencatat capaian positif Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025. Hingga akhir tahun berjalan, realisasi PAD yang dikelola Bapenda berhasil melampaui target yang telah ditetapkan.
Kepala Bapenda Kabupaten Lombok Barat H. Muhammad Adnan menjelaskan, dari target PAD sebesar lebih dari Rp216 miliar, realisasi hingga saat ini telah mencapai lebih dari Rp220 miliar atau sekitar 101 persen. Capaian tersebut mencakup penerimaan dari pajak daerah serta komponen lain-lain PAD yang sah, termasuk penerimaan denda.
“Secara khusus untuk pajak daerah, target kita sebesar Rp207 miliar lebih, dan realisasinya sudah mencapai Rp219 miliar lebih atau sekitar 105 persen,” ujarnya Selasa (23/12).
Meski secara umum capaian PAD melampaui target, Bapenda mengakui masih terdapat beberapa jenis pajak yang belum mencapai 100 persen. Di antaranya pajak sarang burung walet, pajak hiburan, pajak parkir, serta Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) tenaga listrik yang realisasinya berada di kisaran 96 persen.
Untuk pajak hiburan, penurunan capaian dipengaruhi oleh berkurangnya kunjungan masyarakat ke sejumlah tempat hiburan. Selain itu, terdapat penyesuaian klasifikasi objek pajak, di mana pendapatan dari makan dan minum tidak lagi sepenuhnya dihitung sebagai pajak hiburan, melainkan masuk dalam kategori pajak restoran.
Sementara itu, pada sektor pajak parkir, kendala masih ditemui pada sejumlah fasilitas layanan kesehatan, khususnya puskesmas yang pengelolaan pajak parkirnya belum optimal. Namun demikian, untuk dua rumah sakit daerah dan kawasan wisata Taman Narmada, pengelolaan pajak parkir telah menggunakan sistem pengendalian berbasis alat perekam transaksi.
“Rumah Sakit Tripat, RSUD Awet Muda, dan Taman Narmada sudah menggunakan sistem kontrol untuk pendapatan pajak parkir,” jelasnya.
Selain pajak daerah, Bapenda juga memaparkan capaian pendapatan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Hingga saat ini, realisasi pendapatan OPD berada di angka sekitar 96 persen. Untuk OPD non-Badan Layanan Umum Daerah (non-BLUD), realisasi bahkan telah mencapai 104 persen. Sementara itu, pendapatan dari BLUD masih berada di kisaran 88 persen karena terdapat beberapa data realisasi yang belum sepenuhnya masuk, khususnya dari sektor kesehatan.
“Kami masih menunggu data dari BLUD, seperti RSUD Awet Muda dan RSUD Tripat. Jika seluruh data sudah masuk, kami optimistis capaian bisa mencapai 100 persen,” katanya.
Capaian membanggakan juga ditorehkan pada sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tahun 2025 menjadi momentum “pecah telur” bagi Lombok Barat, karena untuk pertama kalinya realisasi PBB berhasil mencapai 100 persen lebih setelah bertahun-tahun tidak pernah memenuhi target sejak pengelolaannya diserahkan dari KPP Pratama Mataram.
“Tahun lalu realisasi PBB hanya sekitar 74 persen. Alhamdulillah tahun ini sudah lebih dari 100 persen,” ungkap Kepala Bapenda.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian PAD tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Di luar penerimaan opsen, pertumbuhan pendapatan Bapenda mencapai sekitar Rp18 miliar atau tumbuh sekitar 13 persen. Sementara jika dihitung termasuk opsen dengan target Rp54 miliar, total penerimaan meningkat hingga sekitar Rp74 miliar.
Menutup keterangannya, Kepala Bapenda Lombok Barat menyampaikan harapan agar capaian positif ini dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Ia optimistis target PAD tahun depan yang lebih tinggi dapat dicapai dengan dukungan kondisi daerah yang aman, stabilitas ekonomi, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan dan event, khususnya di kawasan wisata seperti Senggigi dan wilayah lainnya di Lombok Barat.
“Mudah-mudahan Lombok Barat dan NTB tetap aman dan kondusif, banyak event yang mendukung sektor pariwisata, sehingga PAD kita bisa terus meningkat,” pungkasnya.