Tanpa Papan Nama Proyek, Pembangunan Lapen Perumahan Elite Kota Mataram Asri Diduga Bermasalah
MATARAM – Proyek pembangunan lapen jalan di Perumahan Elit Mataram Asri, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram diduga bermasalah karena dikerjakan secara asal-asalan. Di lokasi proyek tersebut juga ditemukan, aspal yang digunakan dengan kualitas paling rendah.
Aktivis LSM Laskar NTB Kota Mataram Sahrul Hadi mengaku, menemukan adanya kejanggalan dalam proyek tersebut. Bahkan, ia menduga kejanggalannya sangat fatal, karena tidak adanya papan informasi proyek.
Alhasil, tidak jelas kapan proyek dimulai dan selesai. Tidak tahu pula kontraktor pelaksana proyek.
“Sangat disayangkan tidak adanya pihak terkait yang mengawasi proyek pembangunan Lapen jalan tersebut,” kata Sahrul Hadi, di Mataram, Senin (26/7/2022).
Sahrul menilai, pekerjaan jalan lapen di Perumahan Elit Mataram Asri, belum menampilkan tampilan mutu yang sesuai dengan tata cara pembuatan jalan lapen yang benar, karena kondisi dilapangan, jalan tersebut sudah mulai rusak.
“Banyak terdapat tumpukan sisa material yang dibiarkan berserakan di badan jalan serta kualitas lapen jalan yang tidak layak dan dikhawatirkan menyebabkan terjadinya kecelakaan jika pihak terkait tutup mata, ” ujar Sahrul.
Sahrul menyampaikan, saat dilakukan konfirmasi kepada Ketua RT maupun warga sekitar juga tidak mengetahui nama kontraktor pelaksana proyek. Hal itu kemudian mendapat pembicaraan dari warga setempat bahwa proyek yang dibangun di perumahan Elit Kota Mataram Asri itu dinilai proyek siluman.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 tahun 2008 dan perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012,dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek. Dimana memuat jenis kegiatan,lokasi proyek nomor kontrak,waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Proyek yang dikerjakan tanpa menggunakan papan nama itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak termonitoring besar anggaran dan sumber anggarannya,” ucapnya.
“LSM Laskar NTB berencana akan menindaklanjuti dengan melakukan konfirmasi kepada Dinas Perkim NTB selaku pemberi kerja untuk mengkonfirmasi proyek tersebut,” kata Sahrul, menambahkan.(*)
Tinggalkan Balasan