Makam Warga di Dusun Hijrah Desa Mujahidin Dipindah
Sumbawa Barat – Pengerjaan pemindahan makam warga di Dusun Hijrah, Desa Mujahidin, Kecamatan Brang Ene’ – Sumbawa Barat, akhirnya dilakukan, Senin (20/3/2023), sebagai tindak lanjut dari musibah banjir yang merendam makam warga tersebut akibat proyek Bendungan Tiu Suntuk di wilayah itu.
Pengerjaan pemindahan makam warga tersebut, dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai, pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa.
“Hari ini sedang kita kerjakan pemindahan makam warga itu. Pekerjaan pemindahan ini dilakukan Balai Wilayah Sungai bersama pihak Kecamatan dan Pemerintah Desa,” kata Kadis PUPR Kabupaten Sumbawa Barat, Syahril ST, saat dikonfirmasi media ini.
Sebelumnya diberitakan, puluhan makam di wilayah itu sempat terendam akibat adanya proyek Bendungan Tiu Suntuk. Puluhan makam itu merupakan kuburan nenek moyang dan keluarga dari warga Desa Mujahiddin.
Warga di sana harus menunggu dua tahun untuk merealisasikan keinginan mereka melakukan pemindahan makam itu. Awalnya keinginan warga tak kunjung dilakukan oleh Pemerintah Daerah maupun pihak perusahaan. Padahal lahan lokasi pemindahan sudah disediakan.
Agus Junaidi, Ketua Remaja Masjid Dusun Hijrah, mengatakan bahwa jauh sebelum proses pembangunan Bendungan Tiu Suntuk dikerjakan, konflik soal kuburan warga yang berada di area genangan bendungan sudah disampaikan kepada Pemda untuk segera dipindahkan. Sosialisasi dengan Pemda setempat, terkait pemindahan pun bahkan kerap dilakukan.
“Pemindahan ini bak berharap bintang jatuh dari langit. Iya katanya, tetapi kenyataannya tidak dilakukan. Apalagi pemindahan makam itu merupakan kewajiban yang telah sepakati Pemda maupun pihak perusahaan sebelum bendungan dikerjakan ,” ungkapnya.

Akibat dari ketidakjelasan ini, Agus bersama warga setempat sempat mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa atau menyegel Perusahaan Pelaksana Bendungan, jika Pemda tetap tidak mau melakukan pemindahan.
“Ini mungkin salah satu cara yang tepat untuk mendapat tindakan nyata dari Pemda. Ya, segala upaya hingga musyawarah sudah kami lakukan tetapi pemindahan belum juga dilakukan,” bebernya.
Kuburan ini dulunya selalu dibersihkan warga setiap tahunnya. Tetapi saat terendam, sudah tertimbun lumpur dan digenangi air. Warga sangat menghormati sesepuh keluarga dan makam secara umum, apalagi di kuburan itu bersemayam buyut, kakek nenek, ibu bapak dan bahkan adik kakak mereka. (*)
Tinggalkan Balasan