Bantuan Permakanan Siap Saji Kembali Diprogramkan Pemerintah
Lombok Utara – Bantuan permakanan siap saji kembali diprogramkan pemerintah, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 2022 lalu. bantuan yang berasal dari Kementrian Sosial Republik Indonesia ini menyentuh kelompok lansia, tercatat ada sebanyak 204 Lansia di daerah Gumi tioq tata tunaq mendapat bantuan makanan siap saji tersebut.
Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto, R, ST, M.Eng pada Kamis (24/5) menyerahkan secara simbolis bantuan makanan siap saji untuk lansia tunggal di Kabupaten Lombok Utara. Penyerahan dilakukan kepada dua orang lansia di Dusun Majalangu, Desa Sokong.
Hadir mendampingi Kadis Sosial PP dan PA KLU Faturrahman, Kabid Rehsos Nisanim, Koordinator PKH Raden Zoelkarnaen dan Pendamping PKH, juga Pokmas selaku pihak yang ditugaskan untuk memasak dan penyalur secara langsung.
Kadis Sosial PP dan PA KLU Faturrahman melalui Kabid Rehsos Nisanim menyampaikan program makanan siap saji ini didistribusikan dua kali sehari, yakni selama enam bulan dari Juli hingga Desember mendatang.
“Sebelumnya juga sudah kita salurkan di Kecamatan Pemenang untuk yang pertama,” jelasnya.
Program makanan siap saji bagi lansia ini tidak lepas dari upaya usulan pemerintah daerah kepada kementerian sosial yang telah mengusulkan nama-nama calon penerima setelah dilakukan verifikasi dan validasi bersama pendamping PKH.
“Untuk nilai makanan siap saji ini per harinya sebesar Rp 30 ribu, dalam sehari kita siapkan dua kali makan,” bebernya.
Dalam penyalurannya melibatkan pokmas yang mana satu kecamatan ada satu pokmas yang tugasnya memasak dan menyalurkan makanan tersebut secara berkelanjutan. Pada makanan siap saji ini disediakan berupa nasi dengan lauk sayur, Ayam, ikan, tahu tempe.
Pihaknya mengaku dari jumlah kuota yang mendapat bantuan masih banyak yang belum tersentuh, salah satu kendala kata Nisanim yakni lansia tersebut belum memiliki data kependudukan berupa KTP, pasalnya untuk pengajuan ke pusat dibutuhkan data by name by address sesuai catatan kependudukan.
“Oleh karena itu kami minta kepada pemerintah desa agar bisa dibantu perekaman KTP nya, sehingga tercatat dalam Adminduk,” jelasnya.
Dari jumlah 204 lansia yang mendapat bantuan permakanan siap saji ini jelasnya mereka merupakan yang tercatat sebagai lansia non produktif berusia diatas 80 tahun dan tergolong miskin.
Untuk sebaran lansia yang mendapat bantuan ini berada disemua kecamatan, dengan jumlah masing-masing kecamatan diantaranya Kecamatan Gangga 44 orang lansia, Kecamatan Kayangan 30 orang lansia, Kecamatan Bayan 48 orang, Kecamatan Tanjung 48 orang, dan Kecamatan Pemenang sebanyak 34 orang.
Tinggalkan Balasan