Akselerasi Proyek Strategis di NTB: Menteri PUPR dan Gubernur Iqbal Dorong Pembangunan Berbasis Rakyat

Menteri PUPR Dody Hanggodo bersama Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal berbincang santai usai meninjau proyek infrastruktur strategis di Lombok, Jumat (17/10/2025). (Foto: Istimewa)

Lombok Tengah – Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin serius mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Dalam kunjungan kerja selama dua hari di Lombok dan Sumbawa, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dody Hanggodo bersama Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pentingnya percepatan proyek dengan pelibatan aktif masyarakat lokal sebagai tenaga kerja utama.

Kunjungan dimulai dari Lombok Tengah, lokasi proyek revitalisasi jaringan irigasi tua yang kini sedang diremajakan. Proyek ini bukan sekadar membangun infrastruktur, tapi juga menciptakan peluang kerja dan memperkuat ketahanan pangan.

“Revitalisasi ini adalah bagian dari upaya menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat. Bukan hanya proyek, tapi juga penggerak ekonomi lokal,” ujar Gubernur Iqbal saat mendampingi Menteri PUPR.

Menteri Dody menambahkan, pembangunan irigasi yang efektif akan menjadi tulang punggung produktivitas sektor pertanian di NTB. “Arahan Presiden Prabowo jelas, pembangunan harus cepat dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Fokus Jalan Alternatif dan Konektivitas Samota

Isu konektivitas menjadi perhatian utama dalam kunjungan ini. Pemerintah pusat menilai jalur tengah Pulau Lombok sudah tak lagi cukup menampung arus kendaraan dan distribusi barang. Oleh karena itu, pembangunan jalur alternatif menjadi agenda prioritas.

“Kami membahas jalur baru bersama Pak Menteri. Akses ini akan membuka koridor ekonomi baru, menghubungkan pusat produksi dengan pasar,” ungkap Gubernur Iqbal.

Di Pulau Sumbawa, Menteri PUPR dan rombongan melakukan peninjauan udara menggunakan helikopter. Mereka menyasar lokasi rencana pembangunan bendungan, jalan penghubung di kawasan rawa sepanjang 1,1 kilometer, serta jalur Samota yang menjadi urat nadi konektivitas kawasan timur NTB.

“Medan Sumbawa sangat menantang, banyak wilayah berada di ketinggian dan jauh dari akses jalan. Karena itu, kami lakukan peninjauan udara agar lebih efektif,” jelas Menteri Dody.

Masyarakat Jadi Motor Pembangunan

Dalam setiap kunjungan, Menteri Dody menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat. “Kami tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton pembangunan. Mereka harus menjadi pelaku, tenaga kerja, dan penerima manfaat utama,” ujarnya.

Salah satu proyek yang dikunjungi bahkan sepenuhnya menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal. Hal ini menjadi contoh nyata implementasi pembangunan inklusif, sejalan dengan arah kebijakan nasional.

Bangun NTB dari Pinggiran

Kunjungan kerja ini juga menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo berkomitmen membangun Indonesia dari wilayah pinggiran. NTB, sebagai salah satu gerbang timur Indonesia, memiliki posisi strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan.

“Pembangunan ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa negara hadir di setiap jengkal wilayah,” ujar Gubernur Iqbal.

Menteri Dody pun menegaskan kembali: “Kami ingin manfaat pembangunan ini benar-benar dirasakan rakyat NTB. Ini bukan proyek menara gading, tapi proyek untuk rakyat.”

Dengan percepatan ini, NTB diharapkan menjadi model pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan, di mana masyarakat tidak lagi berada di pinggir panggung pembangunan melainkan di tengahnya.

Tutup