Wartawan Tak Tahan Amarah! Jitak Suami Cut Intan Nabila Saat Diperkenalkan Sebagai Tersangka KDRT, Video Viral di Medsos

Suami Cut Intan Nabila. (Foto: Istimewa)

Jakarta – Momen tak terlupakan terjadi saat Armor Toreador, suami dari selebgram Cut Intan Nabila, diperkenalkan ke publik sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Dalam suasana yang penuh ketegangan, seorang wartawan yang meliput kejadian itu tak mampu menahan amarahnya dan langsung menjitak kepala Armor, menciptakan kehebohan di tengah-tengah pengawalan ketat polisi.

Armor, yang terlihat mengenakan seragam tahanan oranye, berjalan perlahan dengan kepala tertunduk, dikawal beberapa polisi. Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika seorang wartawan dengan cepat mendekati Armor, mengambil beberapa foto, dan tiba-tiba menjitak kepalanya. Wartawan tersebut kemudian pergi meninggalkan lokasi dengan cepat, sementara polisi yang mengawal terlihat kebingungan namun tak bisa menahan senyum.

Video momen tersebut langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial, memicu perdebatan sengit di antara para netizen. Banyak yang mendukung tindakan wartawan ini, menganggapnya sebagai ekspresi kemarahan yang sah terhadap pelaku KDRT. “Akhirnya ada yang berani kasih pelajaran! Greget banget,” tulis seorang netizen di kolom komentar.

Wartawan jitak kepala suami Cut Intan Nabila. (Foto: Istimewa)

Unggahan video tersebut, yang dibagikan oleh akun Instagram @moodjakarta pada Rabu (14/8/2024), telah disukai oleh hampir satu juta pengguna dan terus mendapatkan ribuan komentar. Namun, tak sedikit juga yang mengkritik aksi wartawan tersebut, menilai bahwa tindakan kekerasan, meski kecil, tidak seharusnya menjadi bagian dari profesi jurnalistik.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro, dalam pernyataannya menegaskan bahwa Armor Toreador telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dan akan diproses sesuai hukum. Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada tempat bagi pelaku KDRT dalam masyarakat, dan penegakan hukum akan dilakukan tanpa kompromi. Insiden ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan dalam bentuk apapun, baik dari pihak tersangka maupun peliput, harus dihindari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup