31 Warga Mandalika Terima Santunan YBM PLN, Dari Guru Ngaji hingga Anak Yatim

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
EVP ODM PLN Sugeng Widodo menyerahkan santunan kepada salah satu penerima manfaat dalam kegiatan sosial YBM PLN di Mandalika. (Dok. PLN)

LOMBOK TENGAH – Sebanyak 31 warga di kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, menerima santunan dari Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN. Mereka terdiri dari 11 guru ngaji dan 20 anak yatim.

Santunan disalurkan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB), Senin (5/10/2026), di tengah kesibukan perusahaan mempersiapkan dukungan kelistrikan untuk gelaran internasional Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Kegiatan ini memperlihatkan bahwa di balik persiapan besar PLN menjaga keandalan listrik untuk sebuah event berskala internasional, terdapat pula perhatian terhadap masyarakat yang hidup di sekitar kawasan operasional perusahaan.

Penyerahan santunan dilakukan EVP Operational and Maintenance Directorate (ODM) PLN) Sugeng Widodo, bersama jajaran manajemen PLN UIW NTB.

Sebanyak 11 guru ngaji dan 20 anak yatim menjadi penerima manfaat dalam program sosial yang dijalankan YBM PLN tersebut.

Program YBM sendiri merupakan wadah bagi insan PLN untuk menyalurkan kepedulian melalui dana zakat, infak dan sedekah yang dihimpun dari pegawai. Dana tersebut kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program sosial.

Bagi PLN UIW NTB, program tersebut memiliki arti penting karena menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat.

General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan, kehadiran PLN di kawasan Mandalika tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keandalan sistem kelistrikan, terlebih menjelang pelaksanaan MotoGP.

Menurut Yondri, PLN juga ingin memastikan kehadirannya memberikan manfaat dari sisi sosial.

“Melalui YBM PLN, kami ingin memastikan bahwa kepedulian insan PLN dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, termasuk para guru ngaji dan anak-anak yatim,” ujarnya.

Ia menilai guru ngaji memiliki peran yang sangat penting dalam membangun kehidupan sosial masyarakat. Di tengah perkembangan kawasan Mandalika sebagai salah satu destinasi pariwisata dan lokasi penyelenggaraan event internasional, keberadaan pendidikan keagamaan di tingkat masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi.

Begitu pula dengan anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan dan perhatian dari berbagai pihak.

Karena itu, santunan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kepedulian sekaligus mempererat hubungan antara PLN dengan masyarakat.

“Mereka memiliki peran penting dalam membangun nilai-nilai pendidikan dan kehidupan sosial di tengah masyarakat. Semoga santunan ini dapat memberikan manfaat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terus menebarkan kebermanfaatan,” kata Yondri.

Kegiatan sosial tersebut juga menjadi bagian dari upaya PLN membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat di wilayah operasionalnya.

Kehadiran PLN di Mandalika sendiri memiliki dimensi yang cukup strategis. Kawasan tersebut menjadi salah satu pusat perhatian nasional dan internasional ketika gelaran MotoGP berlangsung. Keandalan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik.

Namun, bagi PLN, keberhasilan menjalankan tugas tersebut tidak berhenti pada aspek teknis.

Perusahaan juga ingin kehadirannya dapat dirasakan masyarakat melalui kontribusi sosial yang berkelanjutan.

Yondri memastikan PLN UIW NTB akan terus berupaya menjalankan peran tersebut secara beriringan dengan tugas pelayanan kelistrikan.

“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kelistrikan yang andal sekaligus membangun hubungan yang baik dengan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian dari upaya membangun keberadaan perusahaan yang memberikan nilai tambah bagi lingkungan.

“Semoga kolaborasi dan kepedulian seperti ini dapat terus tumbuh sehingga kehadiran PLN memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Nusa Tenggara Barat,” pungkasnya.

Tutup