DPRD Lotim Soroti Kualitas SDM RSUD Dr. R Sudjono Selong

L Hasan Rahman, Ketua Komisi III, DPRD Kabupaten Lombok Timur (Foto : Istimewa)

Lombok Timur– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Soroti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) RSUD Dr. R Sudjono Selong semakin hari semakin bertambah.

Penambahan SDM diduga dilakukan untuk memenuhi pelayanan terhadap pasien Covid-19, tanpa memperhitungkan kualitasnya. Hal itu dikatakan L. Hasan Rahman, Ketua Komisi Tiga, DPRD Lotim, di kantor DPRD Senin(14/3/22).

Selanjutnya, ia mengungkap, di musim wabah Covid-19, keuntungan yang didapat RSUD Dr. R Sudjono meningkat signifikan. Masa covid-19 sudah tidak ada lagi saat ini, otomatis tarif yang dinaikkan. Ujung-ujungnya akan dibebankan kepada biaya berobat masyarakat untuk menutupi gaji karyawannya, tanpa meningkatkan pelayanan. 

Salah satu contoh sebut, L Hasan, orang tua salah satu dewan di Lotim, dirawat di RSUD Dr. R Sudjono Selong dengan kelas pelayanan VIP. Sehari menginap tanpa diberikan pelayanan medis, membayar sebanyak Rp. 2.850.000.

“Kan tidak masuk akal, bagaimana kalau terjadi kepada masyarakat biasa, “ucapnya.

Lebih lanjut, dirinya menduga, ada intervensi Pemerintah Daerah dalam penambahan SDM dengan cara menitipkan. Semestinya, BLUD RSUD Dr. R Sudjono memiliki kapasitas menentukan jumlah kualitas SDM yang dibutuhkan sesuai kondisi keuangan. 

Seperti ia temukan akhir-akhir ini, ada ketimpangan soal keuangan RSUD Dr. R Sudjono, “Saya temukan kondisi keuangan rumah sakit ini tidak beres,”kata L Hasan. 

Dengan demikian, lanjutnya, pemaksaan penambahan SDM dengan cara titipan atau yang lainnya akan menjadi beban RSUD Dr. R Sudjono. Jaminan kesejahteraan Karyawan, Perawat, Bidan dan dokter akan tidak terpenuhi. Berpengaruh juga pada persediaan Obat, alat kesehatan dan fasilitas lainnya.

“Seharusya Direktur ini jeli lihat kondisi RSUD Dr. R Sudjono. Kalau tidak mampu berhenti saja,”tegasnya. 

Dirinya menambahkan, jangan salah menilai kalau masyarakat Masbagik mendorong Puskesmas Masbagik menjadi rumah sakit tipe D. karena rata-rata Kepala Desa di Lotim merasakan pelayanan RSUD Dr. R Sudjono buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup