Anggota Dewan dan ASN Pemerintah Provinsi NTB ikuti Vaksinasi Booster 

Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB H. Mori Hanafi, S.E., M.Comm saat mengikuti vaksinasi booster di Sekretariat DPRD Provinsi NTB (foto : Setwan DPRD Provinsi NTB)

Mataram – Sejumlah anggota DPRD Nusa Tenggara Barat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah provinsi mengikuti vaksinasi booster di Kantor DPRD NTB, Kamis (24/2/2022)

Sekretaris DPRD NTB, Mahdi Muhammad mengingatkan, meski telah mendapat vaksinasi dosis ketiga, seluruh ASN dan para anggota DPRD setempat harus tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Langkah ini untuk memperkuat kekebalan tubuh ASN di kantor DPRD dan OPD Pemprov, sekaligus menekan laju penyebaran COVID-19,” ujarnya di sela pelaksanaan vaksinasi booster di Kantor DPRD NTB.

Menurutnya, pemberian dosis vaksin tersebut tidak lantas membuat seseorang terbebas dari ancaman COVID-19. Karena itu, disiplin protokol kesehatan tetap menjadi salah satu kunci menghadapi pandemi, seperti mengenakan masker, menjaga jarak, dan sebagainya.

“Tetap harus disiplin protokol kesehatan dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan kantor maupun di tengah masyarakat,” kata Mahdi.

Sementara itu, data dari Sekretariat DPRD NTB menyebutkan jumlah ASN Pemprov dan DPRD setempat yang mengikuti vaksinasi kali ini berjumlah 324 orang. Sedangkan, jenis vaksin yang digunakan, yakni AstraZeneca dengan jumlah sebanyak 330 dosis.

Sekwan mengaku, tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi berasal dari RS Mata Pemprov NTB. Di mana, kegiatan tersebut didukung oleh pimpinan DPRD setempat dan Satgas COVID-19 Pemprov NTB.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD NTB, H Muzihir mengatakan, sangat mengapresiasi kegiatan vaksinasi kali ini. Pasalnya, bagi anggota DPRD, hal tersebut sangat penting, lantaran mereka tiap hari bertemu dengan masyarakat

“Jadi, kegiatan vaksinasi booster yang kita lakukan ini akan bisa bermanfaat. Utamanya, akan mampu menjadi contoh bagi masyarakat untuk mereka juga mau menyukseskan vaksinasi secara nasional. Harapannya, agar pandemi ini akan bisa berakhir menjadi endemi ke depannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup