Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM Siapkan Kolaborasi Talenta, Riset hingga Data Analytics di Era Digital

Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com Lombok Bicara.com
qJajaran Bank NTB Syariah bersama pimpinan FMIPA UNRAM usai pertemuan. (Dok. Bank NTB Syariah)

MATARAM – Perubahan lanskap ekonomi digital menuntut dunia pendidikan dan industri bergerak semakin dekat. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan dengan kemampuan akademik, sementara dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan teknologi, data, inovasi dan perubahan kebutuhan pasar.

Ruang temu antara dua kebutuhan tersebut mulai dibangun PT Bank NTB Syariah bersama Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mataram (UNRAM).

Penjajakan kerja sama antara kedua institusi itu diarahkan untuk membangun kemitraan yang lebih luas. Bukan semata-mata soal produk dan layanan perbankan, tetapi menyentuh isu yang semakin penting di era digital, mulai dari pengembangan talenta, keamanan digital, data analytics, riset, inovasi, kewirausahaan hingga literasi dan inklusi keuangan syariah.

Pertemuan tersebut dihadiri langsung jajaran pimpinan FMIPA UNRAM, yakni Dekan Dr. Rahadi Wirawan, S.Si., M.Si., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Immy Suci Rohyani, S.P., M.Si., serta Kepala Bagian Tata Usaha H. Kamarudin, S.E.

Dari Bank NTB Syariah hadir Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Ferry Ardiansyah bersama tim divisi terkait.

Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas peluang pengembangan kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi.

FMIPA UNRAM memiliki basis keilmuan yang sangat relevan dengan kebutuhan transformasi digital. Matematika, statistika, sains dan teknologi merupakan bidang yang semakin strategis dalam pengambilan keputusan berbasis data serta pengembangan inovasi.

Di titik inilah peluang kolaborasi dengan sektor perbankan menjadi semakin terbuka.

Industri perbankan saat ini membutuhkan kemampuan mengelola data, memperkuat keamanan sistem, mengembangkan layanan digital serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara perguruan tinggi memiliki sumber daya intelektual, tenaga akademik dan mahasiswa yang dapat menjadi bagian dari proses pengembangan tersebut.

Sinergi keduanya berpotensi menciptakan hubungan yang saling menguntungkan.

Salah satu agenda yang dijajaki adalah pengembangan data analytics. Bidang tersebut menjadi semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap pengolahan dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan keputusan.

Selain itu, aspek keamanan digital juga menjadi perhatian. Perkembangan layanan digital membawa peluang sekaligus tantangan sehingga pengembangan talenta dengan pemahaman teknologi dan keamanan digital menjadi bagian penting dari kebutuhan masa depan.

Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM juga membuka peluang kerja sama dalam bidang riset dan inovasi.

Kerja sama riset memungkinkan pengetahuan yang berkembang di lingkungan akademik tidak berhenti di ruang kelas atau laboratorium, tetapi memiliki peluang untuk diterapkan dalam kebutuhan nyata dunia industri dan masyarakat.

Pada saat bersamaan, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan dunia kerja melalui program magang dan berbagai bentuk pengembangan talenta.

“Kami melihat Fakultas MIPA UNRAM memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan bersama untuk membangun kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, sivitas akademika, Bank NTB Syariah maupun masyarakat NTB,” demikian disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Bagi Bank NTB Syariah, generasi muda merupakan kelompok penting dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah. Lingkungan kampus menjadi ruang strategis untuk memperkuat literasi sekaligus memperluas pemahaman mengenai layanan dan prinsip keuangan syariah.

Literasi keuangan juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan produk perbankan. Lebih jauh, generasi muda perlu memiliki kemampuan memahami pengelolaan keuangan, melihat peluang usaha dan membangun kemandirian ekonomi.

Karena itu, pengembangan jiwa kewirausahaan mahasiswa menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan dalam kerja sama tersebut.

Jika dirancang secara berkelanjutan, kemitraan antara Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM berpotensi berkembang menjadi sebuah model Campus Partnership yang mengintegrasikan pendidikan, teknologi, industri dan keuangan syariah.

Kampus dapat menjadi tempat lahirnya gagasan, inovasi dan talenta. Sementara industri memberikan ruang penerapan, pengalaman dan kebutuhan nyata yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi sivitas akademika.

Gagasan besar tersebut kemudian dirangkum dalam semangat “Connecting Science, Technology, Innovation and Sharia Finance.”

Melalui pendekatan tersebut, penjajakan kerja sama Bank NTB Syariah dan FMIPA UNRAM diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Sebaliknya, pertemuan tersebut menjadi pintu masuk untuk menyusun berbagai program nyata yang dapat memperkuat kualitas mahasiswa, mendukung transformasi digital kampus serta memperluas ekosistem keuangan syariah di NTB.

Pada akhirnya, kolaborasi industri dan perguruan tinggi bukan hanya berbicara mengenai kepentingan institusi. Ada kepentingan yang lebih besar, yakni bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan zaman sekaligus memastikan kemajuan teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dari kampus, inovasi diharapkan lahir. Dari industri, kebutuhan dan pengalaman praktis tersedia. Dan dari sinergi keduanya, NTB memiliki peluang lebih besar untuk menyiapkan generasi yang kompetitif di tengah perubahan ekonomi digital.

Tutup