Kamis, 15 Januari 2026 | 22.48 WITA
Ekobis  

PDAM Giri Menang Jelaskan Mekanisme Tagihan Air dan Ajak Pelanggan Aktif Awasi Pemakaian

Kantor PT Air Minum Giri Menang (Perseroda) di Mataram menjadi pusat penyampaian klarifikasi sekaligus edukasi kepada pelanggan mengenai sistem pembacaan meter, penyebab lonjakan tagihan, serta langkah peningkatan layanan air bersih. (Foto: Istimewa)

Mataram – Ramainya keluhan masyarakat terkait lonjakan tagihan air belakangan ini menjadi perhatian serius manajemen PT Air Minum Giri Menang (Perseroda). Menyikapi hal tersebut, perusahaan daerah penyedia layanan air bersih itu menyampaikan penjelasan resmi sekaligus mengedukasi pelanggan agar lebih aktif mengawasi instalasi dan pemakaian air di rumah masing-masing.

Direktur Utama PTAM Giri Menang, Sudirman, menjelaskan bahwa lonjakan tagihan air tidak selalu disebabkan oleh kesalahan sistem penagihan. Dalam banyak kasus, pemakaian air yang meningkat drastis dipicu oleh kebocoran pada instalasi dalam rumah pelanggan yang tidak terdeteksi sejak awal.

“Instalasi di dalam rumah umumnya dikembangkan sendiri oleh pelanggan. Jika terjadi kebocoran, hanya pelanggan yang paling cepat mengetahuinya. PDAM baru bisa melihatnya saat pembacaan meter bulanan,” ujar Sudirman, Jumat (19/12/2025).

Selain kebocoran, faktor lain yang turut memicu akumulasi tagihan adalah keterlambatan pembacaan meter akibat rumah pelanggan tidak dapat diakses petugas. Untuk menghindari hal tersebut, PDAM mengimbau pelanggan melaporkan angka meter secara mandiri melalui WhatsApp Center atau aplikasi Pepadu.

Pembacaan Meter dan Peran Teknologi

Sudirman menegaskan, pembacaan meter pelanggan saat ini telah dilakukan secara elektronik oleh petugas lapangan setiap satu bulan sekali. Sistem ini diterapkan untuk menjaga akurasi pencatatan sekaligus meminimalkan potensi kesalahan manual.

“Dengan sistem elektronik, data pemakaian tercatat langsung dan dapat diawasi,” katanya.