Kamis, 15 Januari 2026 | 22.58 WITA

Buku Harian Merah Muda: Kolaborasi Sastra yang Hidupkan Kembali Romansa Era 80-an di SMAN 1 Mataram

pertemuan antara karya sastra dan nostalgia era 80-an di Perpustakaan SMAN 1 Mataram. (Foto: Istimewa)

Mataram – Perpustakaan SMAN 1 Mataram, Kamis (5/8/2024), menjadi ajang pertemuan unik antara karya sastra dan nostalgia era 80-an, saat Agus K. Saputra menyerahkan kumpulan puisi terbarunya yang berjudul “Buku Harian Merah Muda”. Buku ini terinspirasi dari novel Hati Itu Berkata Cinta karya Dyah Ruwiyati, alumni SMAN 1 Mataram angkatan 1987.

Tjak S. Parlan, seorang pengamat sastra, melihat kumpulan puisi ini sebagai upaya sukses menghidupkan kembali gaya hidup romantis remaja era 80-an. Lewat sudut pandang “aku lirik”, Agus membawa pembaca menyusuri perasaan cinta yang tersirat dalam surat-surat, alunan sepeda tukang pos, dan buku harian yang menyimpan rahasia pribadi. Sebuah kenangan yang kontras dengan era digital masa kini.

Penulis: Bayu AjiEditor: Adeka
Kamis, 15 Januari 2026 | 22.58 WITA

Buku Harian Merah Muda: Kolaborasi Sastra yang Hidupkan Kembali Romansa Era 80-an di SMAN 1 Mataram

pertemuan antara karya sastra dan nostalgia era 80-an di Perpustakaan SMAN 1 Mataram. (Foto: Istimewa)

Mataram – Perpustakaan SMAN 1 Mataram, Kamis (5/8/2024), menjadi ajang pertemuan unik antara karya sastra dan nostalgia era 80-an, saat Agus K. Saputra menyerahkan kumpulan puisi terbarunya yang berjudul “Buku Harian Merah Muda”. Buku ini terinspirasi dari novel Hati Itu Berkata Cinta karya Dyah Ruwiyati, alumni SMAN 1 Mataram angkatan 1987.

Tjak S. Parlan, seorang pengamat sastra, melihat kumpulan puisi ini sebagai upaya sukses menghidupkan kembali gaya hidup romantis remaja era 80-an. Lewat sudut pandang “aku lirik”, Agus membawa pembaca menyusuri perasaan cinta yang tersirat dalam surat-surat, alunan sepeda tukang pos, dan buku harian yang menyimpan rahasia pribadi. Sebuah kenangan yang kontras dengan era digital masa kini.

Penulis: Bayu AjiEditor: Adeka