Selasa, 20 Januari 2026 | 09.14 WITA

Di Usia 55 Tahun, SMKN 3 Mataram Percepat Langkah Menuju Panggung Global

Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, saat ditemui di sela-sela rangkaian kegiatan HUT ke-55 SMKN 3 Mataram, Sabtu (17/1/2026). Ia menegaskan komitmen sekolah dalam memperkuat arah SMK Go Global melalui penguasaan bahasa internasional, pembaruan sarana praktik, serta kesiapan siswa menghadapi tantangan dunia kerja global. (Foto: Istimewa)

Mataram – Memasuki usia ke-55 tahun, SMKN 3 Mataram tidak memilih berdiam diri dalam zona nyaman. Sekolah kejuruan ini justru menegaskan arah baru yang lebih progresif, dengan memperkuat kesiapan lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 3 Mataram, Sulman Haris, di sela rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 SMKN 3 Mataram, Sabtu (17/1/2026). Menurutnya, usia 55 tahun merupakan fase kematangan institusi, di mana sekolah dituntut tidak hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga melakukan lompatan kualitas.

“Usia ini bukan lagi usia untuk meraba-raba arah. Track record kami sudah terbentuk, dan ke depan kami mengacu pada kebijakan pusat melalui program SMK Go Global,” ujar Sulman.

Ia menegaskan, tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi bersifat lokal. Karena itu, penguasaan bahasa internasional menjadi salah satu prioritas utama. SMKN 3 Mataram secara bertahap mendorong peserta didik menguasai bahasa Inggris, Jepang, dan bahasa asing lainnya sebagai modal dasar menghadapi pasar kerja global.

Tak hanya itu, Sulman juga menyoroti pentingnya pembaruan sarana dan prasarana pembelajaran. Menurutnya, sekolah dengan usia lama tidak boleh tertinggal dari perkembangan teknologi industri.

“Anak-anak tidak boleh kaget ketika masuk dunia kerja. Peralatan praktik di sekolah harus terus disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan benar-benar siap,” tegasnya.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, Sulman menekankan bahwa sekolah harus terus bergerak dan adaptif. Media sosial dan teknologi informasi dinilai sebagai alat pendukung pembelajaran dan komunikasi, namun tetap harus digunakan secara bijak.

“Kita harus ramah dengan media sosial, tapi jangan sampai diperbudak olehnya. Fokus utama tetap pelayanan pendidikan yang maksimal kepada peserta didik,” katanya.

Sertifikasi Jadi Kunci Daya Saing Lulusan

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Mataram, Khairil Anwar, menyampaikan penguatan sertifikasi kompetensi siswa melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) serta dukungan dunia industri, termasuk bantuan CSR satu unit truk Fuso dari PT Mitsubishi untuk menunjang pembelajaran praktik dan kesiapan lulusan. (Foto: Istimewa)

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 3 Mataram, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa penguatan kompetensi siswa juga dilakukan melalui optimalisasi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP).

Menurutnya, sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan resmi atas kemampuan siswa dan lulusan SMK, baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan sertifikasi, kompetensi mereka diakui. Ini penting untuk meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan dunia industri terhadap lulusan SMK,” jelas Khairil.

Ia mengungkapkan bahwa SMKN 3 Mataram telah kembali memperoleh lisensi LSP P1 pada tahun 2025, setelah beberapa tahun sebelumnya tidak aktif. Lisensi tersebut menjadi modal penting dalam mensertifikasi siswa kelas XII.

“Alhamdulillah, lisensi sudah aktif kembali. Sertifikat yang diterbitkan menggunakan logo Garuda, sehingga memiliki nilai pengakuan nasional,” ujarnya.

Selain itu, sekolah juga melibatkan LSP P2 dari berbagai bidang keahlian, seperti kelistrikan, jasa konstruksi, dan geomatika, untuk memastikan kompetensi siswa benar-benar sesuai dengan standar profesi.

Khairil menegaskan bahwa Uji Kompetensi Keahlian (UKK) merupakan puncak dari proses pendidikan di SMK.

“Kalau tidak ada UKK, bukan SMK namanya. Target kita mencetak tenaga kerja kelas menengah yang kompeten dan siap kerja,” tegasnya.

Dukungan Industri Terus Diperkuat

Dalam upaya memperkuat pembelajaran praktik, SMKN 3 Mataram juga aktif menjalin kerja sama dengan dunia industri. Salah satunya melalui dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Mitsubishi berupa satu unit truk Fuso.

“Insyaallah akan diserahkan pada 12 Februari. Bantuan ini sangat membantu untuk melengkapi peralatan praktik yang belum sepenuhnya bisa dipenuhi oleh pemerintah,” ungkap Khairil.

Dengan berbagai langkah strategis tersebut, SMKN 3 Mataram menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan beradaptasi, demi mencetak lulusan yang profesional, kompeten, dan berdaya saing global.