SUMBAWA BESAR – Keandalan pasokan listrik sering kali hanya dinilai dari seberapa cepat petugas PLN memulihkan gangguan atau seberapa stabil aliran listrik yang diterima pelanggan. Namun di balik pelayanan tersebut, terdapat sistem pendukung yang menjadi fondasi utama keberhasilan operasional, yakni pengelolaan material dan logistik yang terencana, akurat, serta siap digunakan kapan pun dibutuhkan.
Kesadaran akan pentingnya aspek tersebut mendorong PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) untuk terus memperkuat sistem rantai pasok sebagai bagian dari strategi menjaga keandalan layanan kelistrikan. Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, langkah itu diwujudkan melalui pengecekan kesiapan material di Gudang PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa yang melibatkan para Srikandi PLN.
Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan stok barang di gudang, melainkan bagian dari sistem pengendalian operasional yang memastikan seluruh material strategis berada dalam kondisi siap pakai. Berbagai perlengkapan jaringan distribusi, komponen operasi dan pemeliharaan, hingga material yang dibutuhkan untuk penyambungan pelanggan baru diperiksa secara detail, baik dari sisi jumlah, kualitas, maupun kelengkapan administrasi inventori.
Langkah tersebut menjadi semakin penting mengingat kebutuhan energi listrik di wilayah Sumbawa dan Nusa Tenggara Barat terus mengalami peningkatan seiring pertumbuhan sektor permukiman, perdagangan, pariwisata, pertanian, hingga industri. Dalam kondisi demikian, kesiapan material menjadi salah satu faktor yang menentukan kecepatan respons PLN ketika menghadapi gangguan maupun saat melaksanakan pembangunan jaringan baru.
Tidak sedikit masyarakat yang melihat proses pemulihan listrik hanya dari aktivitas petugas di lapangan. Padahal, pekerjaan tersebut baru dapat dilakukan apabila seluruh material pendukung tersedia sesuai kebutuhan. Mulai dari kabel, isolator, aksesoris jaringan, hingga berbagai komponen teknis lainnya harus selalu siap agar proses perbaikan dapat dilakukan tanpa penundaan.
Karena itulah, PLN terus memperkuat tata kelola logistik melalui sistem inventori yang tertib, disiplin, dan berbasis data. Pengelolaan tersebut memungkinkan perusahaan memetakan kebutuhan material secara lebih akurat, mengantisipasi kekurangan stok, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengadaan maupun distribusi material ke setiap unit pelayanan.
Di Gudang UP3 Sumbawa, para Srikandi PLN mengambil peran penting dalam memastikan seluruh proses tersebut berjalan optimal. Dengan ketelitian yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengelolaan inventori, mereka melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap setiap material strategis yang menjadi penopang operasional perusahaan.
Kehadiran Srikandi PLN dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi budaya kerja di lingkungan PLN terus berkembang menuju organisasi yang lebih inklusif. Perempuan kini tidak hanya berkontribusi pada fungsi administrasi, tetapi juga dipercaya menangani bidang strategis yang berhubungan langsung dengan keberlangsungan operasional perusahaan.
Semangat Empowerment Women yang diusung PLN menjadi ruang bagi perempuan untuk menunjukkan kompetensi, profesionalisme, serta kepemimpinan dalam berbagai bidang pekerjaan. Pengelolaan material menjadi salah satu contoh nyata bagaimana peran perempuan turut menentukan kualitas pelayanan kelistrikan kepada masyarakat.
Manager PLN UP3 Sumbawa, Firman Sulistyawan, mengatakan kesiapan material merupakan salah satu indikator penting dalam menjaga keandalan pelayanan kepada pelanggan. Menurutnya, setiap pekerjaan teknis akan berjalan lebih efektif apabila seluruh kebutuhan material telah dipersiapkan dengan baik.
“Semangat kemerdekaan ke-81 menjadi momentum bagi seluruh insan PLN untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negeri. Perempuan di PLN memiliki kesempatan yang sama untuk mengambil peran strategis, termasuk dalam mendukung kesiapan operasional dan keandalan layanan kelistrikan. Melalui kompetensi, kolaborasi, dan kepedulian, Srikandi PLN turut menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan listrik yang andal bagi masyarakat,” ujar Firman.
Ia menambahkan bahwa pengecekan material secara berkala juga menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas tata kelola logistik. Dengan inventori yang akurat, setiap kebutuhan operasional dapat dipenuhi secara cepat sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga.
Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa keandalan layanan kelistrikan dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen perusahaan. Menurutnya, keberhasilan PLN menjaga pasokan listrik tidak hanya bergantung pada petugas teknik di lapangan, tetapi juga ditentukan oleh kesiapan sistem pendukung, termasuk pengelolaan material yang profesional.
“Momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 menjadi pengingat bagi seluruh insan PLN untuk terus memberikan energi terbaik bagi negeri. Kami mengapresiasi peran Srikandi PLN yang aktif mendukung keandalan operasional, termasuk memastikan kesiapan material sebagai bagian dari rantai layanan kelistrikan. Dengan kolaborasi seluruh insan PLN, semangat Empowerment Women, serta pengelolaan operasional yang disiplin dan berbasis data, PLN UIW NTB berkomitmen menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin andal, cepat, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” kata Yondri.
Bagi PLN UIW NTB, menjaga keandalan listrik bukan sekadar memastikan lampu tetap menyala. Di balik itu terdapat proses panjang yang melibatkan perencanaan, pengelolaan logistik, kesiapan sumber daya manusia, hingga penerapan tata kelola yang baik. Seluruh proses tersebut saling terhubung untuk menciptakan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkualitas.
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81, PLN memastikan seluruh lini operasional berada dalam kondisi siap siaga. Melalui penguatan sistem logistik, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta kolaborasi seluruh insan PLN, perusahaan optimistis mampu terus menghadirkan pasokan listrik yang andal sebagai fondasi bagi aktivitas masyarakat dan pembangunan di Nusa Tenggara Barat.





