Listrik Andal, Usaha Berjalan: PLN UP3 Selaparang Gali Kebutuhan Pelanggan di Kopang
LOMBOK TENGAH – Bagi dunia usaha, listrik bukan sekadar kebutuhan pendukung. Energi listrik merupakan bagian dari denyut operasional yang menentukan apakah aktivitas produksi, pelayanan dan kegiatan bisnis dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Kesadaran terhadap kebutuhan tersebut menjadi salah satu alasan PT PLN (Persero) UP3 Selaparang terus memperkuat komunikasi dengan pelanggan. Melalui ULP Kopang, PLN mendatangi sejumlah pelanggan di wilayah kerjanya dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026.
PT Sariguna dan CV Miyaz menjadi beberapa pelanggan yang dikunjungi PLN. Dalam pertemuan tersebut, PLN tidak hanya memberikan apresiasi, tetapi juga membuka dialog untuk mengetahui secara langsung kebutuhan, masukan dan harapan pelanggan terhadap layanan kelistrikan.
Langkah ini menjadi penting karena kebutuhan listrik pelanggan, khususnya pelanggan usaha, terus berkembang seiring aktivitas operasional mereka.
Semakin besar aktivitas usaha, semakin besar pula tuntutan terhadap kualitas dan keandalan pasokan listrik. Karena itu, hubungan antara PLN dengan pelanggan tidak semestinya berhenti pada urusan administrasi layanan.
Komunikasi yang intensif dibutuhkan agar kebutuhan pelanggan dapat dipahami sejak awal dan berbagai masukan yang muncul di lapangan dapat menjadi bahan evaluasi.
Melalui kunjungan tersebut, jajaran PLN ULP Kopang menyerap aspirasi pelanggan secara langsung. Berbagai masukan yang diterima menjadi bahan bagi PLN untuk melihat kembali kualitas pelayanan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pelanggan secara lebih utuh.
Manager PLN UP3 Selaparang, Seno Wuryanto, mengatakan pelanggan memiliki posisi penting dalam upaya PLN meningkatkan customer experience.
Menurutnya, pelanggan bukan hanya pengguna layanan, tetapi juga mitra PLN dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kualitas pelayanan.
Karena itu, UP3 Selaparang mendorong seluruh unit layanan untuk semakin responsif dalam memberikan solusi dan menjaga keandalan pasokan listrik, terutama bagi pelanggan yang menjadikan listrik sebagai bagian penting dari kegiatan usaha dan operasional.
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa ukuran pelayanan PLN kini tidak hanya diletakkan pada seberapa cepat gangguan ditangani. Lebih jauh, kemampuan memahami kebutuhan pelanggan sebelum persoalan muncul juga menjadi bagian dari kualitas pelayanan.
Manager ULP Kopang menegaskan bahwa Hari Pelanggan Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen memberikan layanan yang cepat, responsif dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin mendengarkan secara langsung kebutuhan, masukan, maupun harapan pelanggan terhadap layanan PLN. Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” ujarnya.
Bagi PLN, komunikasi langsung juga memberikan keuntungan tersendiri. Informasi yang diperoleh dari pelanggan di lapangan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pelanggan mendapatkan ruang untuk menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung kepada PLN.
Pola komunikasi dua arah seperti ini menjadi semakin penting di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin cepat dan mudah diakses.
General Manager PLN UIW NTB, Yondri Zulfadli, mengatakan kedekatan dengan pelanggan merupakan bagian penting dari transformasi pelayanan PLN.
Hari Pelanggan Nasional, kata dia, tidak semestinya dipandang sebatas agenda seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa pelanggan merupakan bagian penting dari perjalanan PLN.
“Kami ingin memastikan setiap pelanggan merasakan kehadiran PLN melalui pelayanan yang andal, komunikasi yang terbuka, serta respons yang cepat terhadap kebutuhan mereka,” ujar Yondri.
Menurutnya, mendengarkan pelanggan secara langsung akan membantu PLN melakukan perbaikan dan menghadirkan pengalaman layanan yang semakin baik.
Kunjungan ke PT Sariguna, CV Miyaz dan sejumlah pelanggan lainnya akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Di sana ada upaya membangun hubungan jangka panjang antara penyedia listrik dengan masyarakat dan dunia usaha sebagai pengguna layanan.
Sebab bagi pelanggan, listrik yang andal bukan hanya soal lampu yang menyala. Di banyak tempat, listrik berarti mesin yang tetap bekerja, aktivitas usaha yang terus bergerak dan roda ekonomi yang tidak boleh berhenti.
Karena itulah, kedekatan PLN dengan pelanggan menjadi salah satu kunci untuk memastikan pelayanan kelistrikan benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.