Jumat, 16 Januari 2026 | 00.27 WITA
Ekobis  

PLN UIW NTB Gelar Talkshow “Inspiring Srikandi”, Teguhkan Peran Perempuan dalam Transformasi Energi

General Manager PLN UIW NTB menyampaikan komitmen PLN dalam menciptakan ruang bertumbuh bagi perempuan melalui program Srikandi PLN. (Dok. PLN)

Mataram – Di tengah dinamika transformasi energi dan digitalisasi nasional, PLN UIW NTB menghadirkan sebuah forum penting untuk meneguhkan kembali peran perempuan dalam perubahan besar tersebut. Melalui Talkshow Inspiring Srikandi “Grow with Grace – Mengubah Paradigma, Menginspirasi Generasi”, pertemuan ini menjadi momentum bagi tokoh perempuan berbagai sektor untuk menyatukan gagasan, strategi, dan harapan.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, SE., MIP., dalam sambutannya menegaskan bahwa perempuan bukan lagi ditempatkan sebagai pendukung, melainkan sebagai salah satu pilar penting dalam perencanaan pembangunan. “Perempuan harus mengambil peran, bukan menunggu kesempatan. Mereka adalah bagian dari solusi negeri ini,” tegasnya.

Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, menambahkan dimensi penting lainnya: pendidikan sebagai akar transformasi. Ia menilai bahwa investasi pada pendidikan perempuan akan berdampak langsung pada pembangunan sosial dan ekonomi daerah. “Perempuan yang berpendidikan punya posisi tawar lebih kuat. Mereka bisa memimpin, berinovasi, dan mencetak prestasi,” jelasnya.

Dari sektor energi, Direktur Utama PLN Enjiniring dan Ketua Harian Srikandi PLN, Chairani Rachmatullah, menyampaikan bahwa industri kelistrikan hari ini menuntut hadirnya lebih banyak pemimpin perempuan. Ia menyebut bahwa kompetensi perempuan bukan hanya setara, tetapi seringkali menjadi penguat dalam proses pengambilan keputusan strategis.

General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, juga menegaskan bahwa PLN NTB terus membangun kultur kerja yang mengakomodasi pertumbuhan perempuan. “Kami ingin memastikan bahwa talenta perempuan tidak berhenti di level staf, tetapi terus berkembang ke level strategis,” ujarnya.

Di antara diskusi formal, sesi paling menyentuh datang dari Nursida Syam, aktivis pemberdayaan perempuan yang mengubah Desa Medana menjadi ruang aman bagi perempuan untuk belajar dan berkembang. Ia mengingatkan bahwa perubahan besar sering dimulai dari ruang-ruang kecil. “Ketika perempuan diberi ruang untuk belajar, mereka akan membuktikan bahwa potensi mereka tak terbatas,” tuturnya.

Melalui forum ini, PLN UIW NTB berharap lahir gerakan yang melampaui ruang acara: gerakan yang menempatkan perempuan sebagai motor perubahan sosial, ekonomi, dan budaya di NTB serta Indonesia.