Kamis, 15 Januari 2026 | 21.27 WITA
Ekobis  

PLN Kawal Pemulihan Aceh Pascabanjir, Listrik Masuk Bertahap dengan Standar Keselamatan Ketat

Komisaris Independen PLN, Yazid Fanani (ketiga dari kiri), bersama Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto (kanan), dan Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly (kedua dari kanan), dalam kegiatan bakti sosial di Aceh Tamiang pada Jumat (19/12), turut meninjau dapur umum di Kantor PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kuala Simpang untuk memastikan makanan bagi para pengungsi berkualitas baik. (Dok. PLN)

Aceh – Proses pemulihan pascabanjir di sejumlah wilayah Aceh tidak hanya soal mengalirkan kembali listrik, tetapi memastikan setiap aliran energi aman bagi masyarakat. Itulah pesan utama yang mengemuka saat jajaran pimpinan PLN bersama relawan melakukan peninjauan langsung ke berbagai fasilitas publik yang terdampak bencana.

Masjid, rumah sakit, dan sekolah menjadi prioritas utama. Di Aceh Tamiang dan Langsa, tim PLN memastikan instalasi listrik di fasilitas layanan publik tidak lagi terpapar air dan memenuhi standar keselamatan sebelum kembali dialiri tegangan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi korsleting maupun risiko lain yang dapat membahayakan warga.

Di sela peninjauan, bantuan kemanusiaan juga disalurkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Air bersih dan perlengkapan kebersihan menjadi kebutuhan mendesak, seiring masih terbatasnya akses air layak pascabanjir. Program BUMN Peduli pun hadir sebagai bagian dari solidaritas antarinstansi negara terhadap warga terdampak.

Manajemen PLN menegaskan bahwa keterlibatan langsung para pimpinan perusahaan di lapangan bertujuan mempercepat pengambilan keputusan teknis. Dengan begitu, proses pemulihan tidak terhambat birokrasi dan dapat langsung disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.

Di Aceh Tengah, khususnya Takengon, pemulihan fasilitas pendidikan dan rumah ibadah turut menjadi perhatian. Pemeriksaan instalasi listrik dilakukan menyeluruh agar kegiatan belajar mengajar dan aktivitas keagamaan dapat kembali berjalan dengan rasa aman.

Langkah terkoordinasi antara pemulihan kelistrikan dan bantuan sosial ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Aceh untuk bangkit kembali, menata ulang kehidupan, dan melanjutkan aktivitas sehari-hari pascabencana.