Sabtu, 17 Januari 2026 | 10.02 WITA
Ekobis  

Dari Rumah Layak Huni hingga Gerobak Usaha, Bank NTB Syariah Perkuat Ekonomi Rakyat

Foto bersama jajaran pemerintah daerah, Bank NTB Syariah, dan BAZNAS usai peresmian program bantuan sosial Rumah Layak Huni dan Gerobak Produktif di Desa Labuapi. (Dok. Bank NTB Syariah)

Lombok Barat – Komitmen membangun kesejahteraan masyarakat kembali ditunjukkan melalui langkah konkret Bank NTB Syariah yang bersinergi dengan BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Melalui program bantuan sosial yang diresmikan di Desa Labuapi, akhir 2025 lalu, kolaborasi ini menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan hunian dan penguatan ekonomi warga kurang mampu.

Program Rumah Layak Huni (Mahyani) menjadi salah satu fokus utama, mengingat hunian yang aman dan sehat merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Sepuluh unit rumah dibangun dengan pendekatan keberlanjutan dan nilai keberkahan, sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah yang diusung Bank NTB Syariah.

Tak berhenti pada pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, program ini juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi melalui penyaluran sembilan unit Gerobak Produktif. Bantuan ini ditujukan untuk mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan usaha kecil secara mandiri, sekaligus menciptakan sumber penghasilan berkelanjutan bagi keluarga.

Dalam sambutannya, SEVP Bisnis Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, menyampaikan bahwa peran perbankan syariah tidak hanya sebatas lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi dengan BAZNAS dan pemerintah daerah menjadi kunci agar bantuan sosial dapat tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang.

Salah satu penerima manfaat, Bapak Kamarudin, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Program ini, menurutnya, bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan peluang untuk memperbaiki taraf hidup keluarga melalui usaha produktif.

Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengapresiasi langkah ini dan berharap kolaborasi serupa dapat terus dikembangkan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.