Mataram – Di tengah kekhawatiran publik terhadap proyek infrastruktur yang dikerjakan menjelang tutup tahun anggaran, Satker PJN Wilayah I NTB memastikan bahwa pelaksanaan sejumlah paket jalan nasional di Nusa Tenggara Barat tetap berada dalam kendali teknis dan administratif.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan 24 Desember 2025, Kepala Satker PJN Wilayah I NTB, Herlambang Zulfikar, menjelaskan bahwa mayoritas pekerjaan fisik telah selesai, sementara sisanya hanya menyisakan tahapan penyempurnaan atau pekerjaan minor.
Ia menyebutkan, ruas Paok Motong – Kota Raja telah tuntas 100 persen secara fisik. Begitu pula dengan proyek peningkatan jalan Pesanggrahan – Kumbak, yang telah selesai sepenuhnya dan anggarannya sudah ditarik per 23 Desember, dengan penyesuaian administrasi dicatat dalam RPATA.
Sementara itu, dua paket pekerjaan di ruas Labuhan Lombok – Sambelia juga menunjukkan progres signifikan. Paket pertama telah mencapai 98 persen, sedangkan paket kedua berada pada 89 persen, menyisakan sekitar 11 persen pekerjaan yang masih bisa dikejar.

“Pekerjaan yang tersisa umumnya berupa pekerjaan minor, seperti penyempurnaan marka jalan, rabat beton pada titik tertentu, serta finishing bahu jalan,” ujar Herlambang.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut bukan pekerjaan struktural utama, sehingga tidak memengaruhi fungsi dasar jalan. Namun demikian, penyelesaiannya tetap dilakukan dengan pengawasan ketat agar kualitas akhir tetap terjaga.
Menurutnya, Satker tidak ingin proyek akhir tahun hanya dinilai selesai secara administratif. Fokus utama tetap pada kelayakan fungsi, keselamatan pengguna jalan, serta daya tahan konstruksi.
“Kami justru ekstra hati-hati di akhir tahun. Tekanan waktu tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas,” tegasnya.





