Jumat, 16 Januari 2026 | 14.18 WITA
Ekobis  

Transformasi Digital PLN Berbuah Nyata, Gangguan Listrik Turun Signifikan di 2024

Tiga insan PLN dari berbagai unit kerja berdiskusi di lapangan, mencerminkan kolaborasi dan semangat transformasi digital dalam mewujudkan layanan kelistrikan yang andal dan responsif. (Dok. PLN)

Jakarta – Di tengah sorotan publik terhadap berbagai sektor pelayanan publik, PT PLN (Persero) justru mencatatkan langkah progresif yang patut diapresiasi. Tahun 2024 menjadi saksi bagaimana transformasi digital yang digulirkan sejak 2020 kini berbuah hasil nyata: layanan listrik yang lebih andal, responsif, dan minim gangguan.

PLN berhasil menurunkan dua indikator utama gangguan kelistrikan: SAIFI (frekuensi gangguan) menurun 24,32% menjadi hanya 3,23 kali per pelanggan dalam setahun, sementara SAIDI (durasi gangguan) juga membaik, turun 5,29% dibanding tahun sebelumnya, atau sekitar 17,89 menit lebih cepat dalam pemulihan.

Bagi pelanggan, mungkin angka-angka ini tidak langsung terasa. Namun bagi PLN, ini adalah capaian besar yang tak lepas dari kerja kolektif ribuan insan PLN dari Sabang sampai Merauke.

“Ini bukan sekadar pencapaian teknis. Ini adalah transformasi menyeluruh bagaimana PLN hadir untuk rakyat, hadir untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Dengan semangat ini, PLN membuktikan bahwa pelayanan kelistrikan yang prima tak harus menunggu perubahan undang-undang atau kebijakan politik. Cukup dengan niat dan teknologi, perbaikan bisa dirasakan nyata.

Digitalisasi menjadi ujung tombak strategi. Melalui sistem pemantauan real-time dan analisa data berbasis AI, PLN mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum berdampak luas. Layanan pelanggan pun terhubung langsung ke petugas teknis lewat aplikasi PLN Mobile, yang kini telah diunduh lebih dari 52 juta pengguna naik signifikan dari tahun sebelumnya.

Aplikasi ini bukan sekadar alat pelaporan. Ia terintegrasi dengan Virtual Command Center (VCC) dan sistem layanan lapangan Yantek Mobile, membuat proses penanganan gangguan tak lagi memakan waktu seperti masa lalu.

“Dulu masyarakat frustrasi karena menunggu petugas berjam-jam, bahkan berhari-hari. Sekarang, laporan gangguan bisa ditangani hanya dalam hitungan menit,” jelas Darmawan.

Tak hanya soal gangguan, PLN juga melampaui target efisiensi jaringan dengan tingkat susut sebesar 8,55% lebih baik dari target 8,51%. Tren ini menandakan PLN tidak hanya pintar dalam membangun sistem, tapi juga efisien dalam menjaga energi tidak hilang sia-sia.

Keberhasilan ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun ketahanan energi nasional yang kokoh dan adaptif di tengah tantangan zaman.

“Kami tidak akan berhenti. Ini baru awal. PLN akan terus tumbuh bersama negeri, menjawab tantangan zaman dengan inovasi,” tutup Darmawan dengan keyakinan.

Jumat, 16 Januari 2026 | 14.18 WITA
Ekobis  

Transformasi Digital PLN Berbuah Nyata, Gangguan Listrik Turun Signifikan di 2024

Tiga insan PLN dari berbagai unit kerja berdiskusi di lapangan, mencerminkan kolaborasi dan semangat transformasi digital dalam mewujudkan layanan kelistrikan yang andal dan responsif. (Dok. PLN)

Jakarta – Di tengah sorotan publik terhadap berbagai sektor pelayanan publik, PT PLN (Persero) justru mencatatkan langkah progresif yang patut diapresiasi. Tahun 2024 menjadi saksi bagaimana transformasi digital yang digulirkan sejak 2020 kini berbuah hasil nyata: layanan listrik yang lebih andal, responsif, dan minim gangguan.

PLN berhasil menurunkan dua indikator utama gangguan kelistrikan: SAIFI (frekuensi gangguan) menurun 24,32% menjadi hanya 3,23 kali per pelanggan dalam setahun, sementara SAIDI (durasi gangguan) juga membaik, turun 5,29% dibanding tahun sebelumnya, atau sekitar 17,89 menit lebih cepat dalam pemulihan.

Bagi pelanggan, mungkin angka-angka ini tidak langsung terasa. Namun bagi PLN, ini adalah capaian besar yang tak lepas dari kerja kolektif ribuan insan PLN dari Sabang sampai Merauke.

“Ini bukan sekadar pencapaian teknis. Ini adalah transformasi menyeluruh bagaimana PLN hadir untuk rakyat, hadir untuk Indonesia,” ujar Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo.

Dengan semangat ini, PLN membuktikan bahwa pelayanan kelistrikan yang prima tak harus menunggu perubahan undang-undang atau kebijakan politik. Cukup dengan niat dan teknologi, perbaikan bisa dirasakan nyata.

Digitalisasi menjadi ujung tombak strategi. Melalui sistem pemantauan real-time dan analisa data berbasis AI, PLN mampu mendeteksi potensi gangguan sebelum berdampak luas. Layanan pelanggan pun terhubung langsung ke petugas teknis lewat aplikasi PLN Mobile, yang kini telah diunduh lebih dari 52 juta pengguna naik signifikan dari tahun sebelumnya.

Aplikasi ini bukan sekadar alat pelaporan. Ia terintegrasi dengan Virtual Command Center (VCC) dan sistem layanan lapangan Yantek Mobile, membuat proses penanganan gangguan tak lagi memakan waktu seperti masa lalu.

“Dulu masyarakat frustrasi karena menunggu petugas berjam-jam, bahkan berhari-hari. Sekarang, laporan gangguan bisa ditangani hanya dalam hitungan menit,” jelas Darmawan.

Tak hanya soal gangguan, PLN juga melampaui target efisiensi jaringan dengan tingkat susut sebesar 8,55% lebih baik dari target 8,51%. Tren ini menandakan PLN tidak hanya pintar dalam membangun sistem, tapi juga efisien dalam menjaga energi tidak hilang sia-sia.

Keberhasilan ini menjadi bagian penting dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun ketahanan energi nasional yang kokoh dan adaptif di tengah tantangan zaman.

“Kami tidak akan berhenti. Ini baru awal. PLN akan terus tumbuh bersama negeri, menjawab tantangan zaman dengan inovasi,” tutup Darmawan dengan keyakinan.