Kamis, 15 Januari 2026 | 19.30 WITA
Ekobis  

Awal 2026, UPP Pemenang Tegaskan Pengawasan Ketat Keselamatan Pelayaran ke Gili

Aktivitas penumpang di Pelabuhan Pemenang, Lombok Utara, jalur utama penyeberangan wisatawan menuju kawasan Tiga Gili yang terus dipadati mobilitas wisata laut. (Foto: Istimewa)

Lombok Utara – Meningkatnya arus wisatawan dan padatnya aktivitas pelayaran di jalur menuju kawasan wisata Tiga Gili menjadi perhatian serius Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang di awal tahun 2026. Otoritas pelabuhan menegaskan bahwa keselamatan pelayaran merupakan prinsip utama yang tidak dapat dikompromikan dalam kondisi apa pun.

Kepala UPP Kelas II Pemenang, I Made Oka, menyatakan bahwa memasuki tahun 2026, pihaknya memperketat pengawasan terhadap seluruh kapal yang beroperasi, baik kapal wisata, fast boat, maupun kapal tradisional yang melayani rute Pelabuhan Pemenang–Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, hingga Bali.

“Setiap kapal wajib memenuhi standar kelaiklautan, kapasitas muatan, serta kelengkapan alat keselamatan. Tidak ada toleransi untuk pelanggaran yang berisiko terhadap keselamatan penumpang,” tegasnya, Rabu (13/1/2026).

Cuaca Jadi Faktor Penentu

UPP Pemenang secara aktif menjalin koordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan gelombang laut. Informasi ini menjadi dasar dalam pengambilan keputusan operasional, termasuk penundaan hingga penghentian sementara aktivitas pelayaran.

Dalam kondisi cuaca ekstrem, UPP tidak akan menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Langkah ini diambil untuk meminimalkan risiko kecelakaan laut yang berpotensi membahayakan penumpang dan awak kapal.

Gerbang Wisata dan Citra Daerah

Sebagai pintu masuk utama menuju destinasi wisata unggulan Lombok Utara, Pelabuhan Pemenang memegang peran strategis dalam menjaga citra pariwisata daerah. Oleh karena itu, selain keselamatan, peningkatan kualitas layanan juga menjadi perhatian serius.

UPP Pemenang mulai mendorong penataan layanan berbasis digital, termasuk sistem tiket online, guna menciptakan pelayanan yang tertib, transparan, dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pesan Tegas untuk Operator

Kepala UPP Pemenang menekankan agar operator kapal tidak mengejar keuntungan dengan mengorbankan keselamatan. Kapal yang melanggar ketentuan akan dikenai sanksi administratif hingga penghentian operasional.

“Operator kapal adalah wajah awal pariwisata Lombok Utara. Keselamatan pelayaran adalah harga mati,” pungkasnya.