Kamis, 15 Januari 2026 | 21.16 WITA
Ekobis  

600 Huntara Aceh Tamiang Siap Dihuni, PLN Pastikan Listrik Menyala Sejak Hari Pertama

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (kiri) menyapa dan bersalaman dengan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (kedua dari kanan) setelah memimpin rapat terbatas terkait percepatan pemulihan pascabencana di kawasan Rumah Hunian Danantara (Huntara), Kamis (1/1). (Dok.Biro Pers Sekretariat)

Aceh – Upaya pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang menunjukkan kemajuan signifikan. Pembangunan 600 unit Rumah Hunian Danantara (Huntara) kini memasuki tahap akhir, lengkap dengan dukungan infrastruktur dasar, terutama kelistrikan yang disiapkan secara menyeluruh oleh PLN.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menilai pembangunan Huntara sebagai contoh nyata efektivitas kerja kolaboratif antara pemerintah pusat, Danantara Indonesia, BUMN, dan pemerintah daerah. Hunian tersebut akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah pada awal Januari 2026 untuk ditempati warga terdampak bencana.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa sejak awal proyek ini dirancang dengan target dan tenggat waktu yang jelas. Seluruh pihak diminta bergerak cepat agar masyarakat tidak terlalu lama berada dalam ketidakpastian akibat kehilangan tempat tinggal.

Di sisi lain, peran PLN menjadi krusial dalam memastikan Huntara tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga layak huni. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa penyambungan listrik dilakukan seiring dengan rampungnya pembangunan unit rumah.

“Setiap hunian yang selesai dibangun kami pastikan langsung teraliri listrik. Ini agar masyarakat dapat segera beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

PLN telah memastikan jaringan listrik di kawasan Huntara Aceh Tamiang tersambung sepenuhnya, termasuk untuk fasilitas umum seperti penerangan jalan, tempat ibadah, dan sarana layanan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pemulihan kehidupan sosial warga pascabencana.