Lombok Timur – Arus penyeberangan di Pelabuhan Kayangan menjelang libur Tahun Baru 2026 terpantau meningkat. Meski demikian, aktivitas bongkar muat penumpang dan kendaraan masih berjalan ramai namun tetap lancar. Kondisi ini tidak lepas dari kesiapan armada serta koordinasi lintas sektor yang telah disiapkan sejak dini.
Ketua DPC GAPASDAP Kayangan, Umar, menjelaskan bahwa tantangan utama pelayanan penyeberangan saat ini bukan semata lonjakan penumpang, melainkan faktor cuaca. Intensitas hujan yang tinggi disertai angin kencang menjadi variabel yang terus dipantau dalam operasional pelayaran.
“Secara muatan ramai, tapi masih terkendali. Yang paling menjadi perhatian kami adalah kondisi cuaca, terutama hujan dan angin kencang,” ujar Umar, Selasa (30/12/2025).
Dari sisi kesiapan armada, ia menyebutkan terdapat 18 kapal yang dinyatakan siap operasi, sementara 10 kapal lainnya sedang menjalani docking atau perawatan rutin. Untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan, sebanyak 10 kapal dioperasikan setiap hari selama 24 jam penuh.
Pengaturan tersebut dilakukan agar pelayanan tetap optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan pelayaran. Menurut Umar, keselamatan menjadi prioritas utama, terlebih pada momentum libur panjang yang biasanya diiringi dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

Dalam menghadapi potensi lonjakan kendaraan, koordinasi dengan pengelola pelabuhan dan instansi terkait juga telah disiapkan. Pihak ASDP melakukan pengaturan antrean sekaligus menyiapkan kantong-kantong parkir di dalam area pelabuhan, sehingga kendaraan tidak menumpuk di luar kawasan.
Selain itu, Dinas Perhubungan NTB turut menyiapkan kapal-kapal cadangan yang sebelumnya off atau anchor untuk dioperasikan sebagai armada tambahan apabila arus penyeberangan meningkat secara signifikan.
Umar juga mengingatkan masyarakat pengguna jasa penyeberangan agar memperhatikan ketepatan pengisian data saat membeli tiket online. Data manifest yang akurat, menurutnya, sangat penting dalam mendukung keselamatan penumpang selama pelayaran.
“Manifest penumpang harus diisi dengan benar. Ini bukan sekadar administrasi, tapi menyangkut keselamatan bersama,” tegasnya.
Dengan kesiapan armada, operasi 24 jam, serta koordinasi lintas sektor, pelayanan penyeberangan Kayangan optimistis dapat melayani masyarakat secara maksimal meski dihadapkan pada dinamika cuaca akhir tahun.





