Jumat, 16 Januari 2026 | 00.11 WITA
Ekobis  

PLN UIW NTB Resmikan Control Center Digital, Pengawasan Listrik Berbasis IoT Dimulai

2. Jajaran pimpinan PLN meninjau langsung operasional Maintenance & HSSE Control Center yang memantau keandalan aset distribusi dan keselamatan kerja secara real-time berbasis digital. (Dok. PLN)

Mataram – Transformasi sektor ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat memasuki babak baru. PT PLN (Persero) UIW NTB meresmikan Maintenance & HSSE Control Center, sebuah pusat kendali terpadu yang mengubah cara PLN mengelola aset distribusi dan keselamatan kerja—dari sistem konvensional menuju pengawasan digital berbasis Internet of Things (IoT).

Peresmian pusat kendali ini dilakukan oleh jajaran pimpinan PLN, mulai dari Komisaris Independen Ali Masykur Musa, Direktur Distribusi Arsyadany G. Aklamaputri, hingga GM PLN UIW NTB Sri Heny Purwanti, sebagai simbol penguatan tata kelola operasional kelistrikan di wilayah NTB.

Maintenance Control Center menjadi “otak” pemantauan kesehatan aset distribusi PLN. Melalui sistem sensor dan EWS, setiap potensi anomali teknis pada kubikel 20 kV dapat terdeteksi lebih awal. Pendekatan ini memungkinkan PLN beralih dari pola reaktif menuju pemeliharaan preventif dan prediktif, sehingga risiko gangguan dapat ditekan secara signifikan.

Tak hanya memantau kondisi teknis, pusat kendali ini juga dilengkapi sistem CCTV yang terhubung langsung dengan lokasi aset. Hal ini memberikan visibilitas penuh terhadap kondisi keamanan gardu dan jaringan, sekaligus mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi gangguan di lapangan.

Dalam konteks digitalisasi, PLN UIW NTB mencatat pencapaian penting dengan mengintegrasikan ratusan titik pengamanan jaringan ke sistem SCADA secara online. Integrasi penuh ini memungkinkan kontrol dan pemantauan jarak jauh dilakukan lebih cepat dan akurat.

Direktur Distribusi PLN menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan kerja. Menurutnya, sistem modern justru harus menjadi penjaga utama agar setiap pekerjaan lapangan berlangsung aman, tertib, dan sesuai standar K3.

Sisi lain dari transformasi ini adalah kehadiran HSSE Control Center yang berfungsi sebagai pengawas keselamatan kerja berbasis digital. Sistem ini memungkinkan pengawasan berlapis terhadap pekerjaan berisiko tinggi melalui CCTV mobile, yang terhubung langsung dengan tim K3 dan manajemen.

Hasilnya nyata. Sepanjang hampir satu tahun operasional 2025, PLN UIW NTB berhasil mencatatkan nihil kecelakaan kerja, sebuah capaian yang menunjukkan bahwa transformasi teknologi berjalan seiring dengan penguatan budaya keselamatan.

General Manager PLN UIW NTB menegaskan bahwa kehadiran MHCC bukan sekadar proyek teknologi, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sistem kelistrikan yang andal dan berkelanjutan bagi masyarakat NTB.