Jumat, 16 Januari 2026 | 00.11 WITA
Ekobis  

Siaga 24 Jam, PLN Pacu Pemulihan Jalur Vital Langsa-Pangkalan Brandan Demi Menyehatkan Sistem Aceh

Petugas PLN memanjat tower darurat untuk pemasangan konduktor di jalur transmisi Langsa–Pangkalan Brandan yang rusak akibat banjir. (Dok. PLN)

Langsa – Di tengah cuaca yang masih tidak menentu, PLN terus berjibaku memulihkan jalur transmisi paling krusial untuk Aceh, yaitu SUTT 150 kV Langsa–Pangkalan Brandan. Jalur ini menjadi penghubung utama Aceh dengan sistem besar Sumatra, dan kerusakannya menjadi salah satu kendala terbesar dalam pemulihan kelistrikan di wilayah itu.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, berada langsung di lapangan memastikan percepatan penanganan. Ia menegaskan bahwa pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi ini hanya bisa dicapai melalui kerja terpadu lintas lembaga.

“Meski cuaca buruk dan medan berat, tim PLN tidak berhenti. Mereka harus mengangkut material berat secara manual dan bekerja di area berlumpur. Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat atas dukungan penuh mereka,” kata Darmawan.

Kerusakan jalur transmisi akibat banjir cukup parah: 5 tower roboh dan 7 tower rusak, menyebabkan Aceh terputus dari interkoneksi Sumatra. Tanah yang labil dan curam membuat pekerjaan pemulihan menjadi lebih menantang karena pemasangan pondasi tidak bisa dilakukan secara normal.

Untuk mempercepat proses, PLN mengerahkan 1.476 personel, mulai dari teknisi jaringan, tim pembangunan tower darurat, operator peralatan berat, hingga petugas logistik. Tim ini dipusatkan untuk bekerja non stop dengan sistem shift agar rehabilitasi tower berjalan lebih cepat.

General Manager PLN UIP3BS, Amiruddin, menjelaskan, “Saat ini, tim bekerja 24 jam membangun tower darurat dan melakukan rekonstruksi di titik terdampak. Semua langkah dilakukan dengan kehati-hatian penuh, mengingat kondisi tanah yang sangat labil.”

Kolaborasi dengan Marinir Batalyon 8 Pangkalan Brandan menjadi kunci keberhasilan mobilisasi personel dan material ke area yang sulit diakses. Dukungan pengamanan dan peralatan khusus dari TNI membuat proses perbaikan dapat dipercepat.

“Prioritas kami jelas: percepatan pengembalian keandalan kelistrikan Aceh,” tegasnya.

Dengan sumber daya besar yang dikerahkan, PLN yakin pemulihan sistem dapat berjalan signifikan dalam waktu dekat. Langsa-Pangkalan Brandan menjadi fokus, sekaligus simbol keseriusan PLN dalam memulihkan Aceh pascabencana.