Padang – Semangat gotong royong menjadi kunci keberhasilan PLN memulihkan kelistrikan Sumatra Barat pascabencana alam yang melanda pada akhir November lalu. Kerja bersama antara PLN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan warga dinilai menjadi motor utama percepatan penyalaan listrik di seluruh titik terdampak.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa pemulihan ini merupakan misi kemanusiaan dan tidak mungkin dilakukan tanpa dukungan lapangan dari masyarakat serta aparat.
“Semua bergerak sebagai satu tubuh. Saya menyaksikan sendiri bagaimana masyarakat membantu petugas membuka akses,” ujar Darmawan.
Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga memberikan apresiasi atas kerja cepat yang dilakukan PLN dan unsur pemerintah lainnya. Menurutnya, pulihnya jaringan listrik akan mempercepat normalisasi berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Sebelumnya, bencana banjir dan longsor menyebabkan putusnya jaringan di sejumlah wilayah seperti Agam, Solok, Pasaman, hingga Dharmasraya. Akses menuju lokasi gardu distribusi bahkan banyak yang tidak dapat dilalui kendaraan sehingga petugas berjalan kaki membawa peralatan manual.
General Manager PLN UID Sumatra Barat, Ajrun Karim, mengatakan beberapa titik harus dibangun kembali karena kerusakan infrastruktur cukup berat.
PLN berhasil memasang 619 tiang jaringan listrik dan hampir 31 kilometer kabel pengganti di berbagai lokasi terdampak sehingga listrik dapat menyala kembali sepenuhnya.
“Kami bekerja hingga larut malam. Akses sulit, cuaca ekstrem, namun tugas ini harus tuntas,” katanya.





