Jumat, 16 Januari 2026 | 01.52 WITA
Ekobis  

Operasi Kemanusiaan Terpadu: TNI, Polri, dan PLN Kerahkan Kekuatan Penuh Pulihkan Aceh

Dirut PLN Darmawan Prasodjo memaparkan progres pemulihan listrik kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Pemerintah Aceh. (Foto: Dok. PLN)

Aceh – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh memicu gerak cepat berbagai instansi negara. Pemerintah pusat, PLN, TNI, Polri, dan Pemprov Aceh menggelar operasi kemanusiaan terpadu untuk memulihkan layanan dasar dan mempercepat pemulihan listrik yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak.

Di barisan terdepan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memimpin koordinasi distribusi logistik dengan memanfaatkan kekuatan udara dan darat milik TNI. Banyak wilayah yang hancur dan terisolasi memaksa pemerintah mengandalkan helikopter sebagai jalur utama penyaluran bantuan.

“Logistik menjadi prioritas pertama. Semua kebutuhan dasar masyarakat harus segera tersuplai. Alutsista TNI, terutama helikopter, akan terus diperbanyak untuk mempercepat jangkauan ke daerah terdampak,” ujarnya. Ia juga memberi perhatian khusus pada pemulihan listrik sebagai kebutuhan vital yang tidak dapat ditunda.

Mendagri Tito Karnavian menambahkan langkah strategis dengan mengirimkan tim khusus membantu percepatan penanganan. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan yang menentukan kelancaran seluruh layanan publik.

“Pemulihan listrik bukan sekadar soal teknis. Ini menyangkut stabilisasi kehidupan masyarakat. Karena itu, kami bergerak bersama PLN, TNI, Polri, dan pemerintah daerah,” tegasnya.

Di lapangan, PLN yang dipimpin Direktur Utama Darmawan Prasodjo melakukan mobilisasi besar-besaran. Sumber daya teknis dari berbagai unit PLN di Indonesia dikirim ke Aceh, termasuk teknisi terlatih yang terbiasa bekerja dalam medan ekstrem.

“Kami mendapat arahan Presiden agar seluruh kekuatan PLN dikerahkan tanpa kecuali. Untuk itu, kami berkolaborasi penuh dengan semua pihak yang bertugas di lapangan,” kata Darmawan.

Tantangan terberat adalah akses menuju titik-titik kerusakan jaringan listrik. Sejumlah wilayah tidak dapat dicapai kendaraan, sehingga TNI mengerahkan helikopter untuk mengangkut komponen tower emergency. TNI AD menggunakan truk untuk membawa material berat, sementara Polri membantu memulihkan dan mengamankan jalur komunikasi yang rusak.

“Kami harus membuka helipad bersama untuk menurunkan material. Koordinasi antara pasukan TNI, Polri, dan tim PLN benar-benar solid. Inilah kekuatan Indonesia,” ungkap Darmawan.

Selain perbaikan infrastruktur, dukungan kemanusiaan juga menyertai operasi. Posko pengungsian, dapur umum, dan layanan pendukung lainnya disiapkan bersama demi memastikan masyarakat tetap aman dan mendapatkan pendampingan.

Darmawan menutup dengan pesan harapan bahwa solidaritas nasional ini menjadi kekuatan utama Aceh untuk bangkit. “Dengan kebersamaan, semoga Aceh segera pulih.”