Lombok Barat – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) tengah berada pada fase penting pembangunan infrastruktur daerah. Di tengah tekanan waktu, tantangan cuaca ekstrem, serta kebutuhan masyarakat yang terus meningkat, pemerintah daerah tetap memacu langkah menyelesaikan sederet proyek strategis yang diharapkan menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.
Kepala Dinas PUTR Lombok Barat, Ahad Legiarto, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi tahun akselerasi untuk seluruh paket pekerjaan fisik, terutama proyek-proyek yang menyangkut ruang publik dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Fokus utama kami sekarang adalah penyelesaian pekerjaan fisik dan percepatan strategi karena memang ada kendala hujan dan waktu yang mepet. Tapi kami optimis semua bisa diselesaikan tepat waktu,” ujar Ahad dalam wawancara khusus bersama Seputar NTB.
Revitalisasi Alun-Alun dan Giri Menang Square: Ikon Baru Lombok Barat
Salah satu proyek besar yang menjadi perhatian adalah penataan kawasan Alun-Alun Komplek Kantor Pemda Lombok Barat. Progres proyek ini diakui berjalan agak lambat karena faktor teknis dan cuaca, namun langkah percepatan terus dilakukan.
“Sekarang mereka fokus pasang paving di depan, untuk panggung masih menunggu pengiriman dari pabrik. Sedangkan urugan tengah belum dikerjakan tahun ini sehingga kalau hujan air akan tergenang,” jelas Ahad.
Selain Alun-Alun, proyek revitalisasi Taman Giri Menang Square (GMS) justru menunjukkan capaian positif. Kawasan yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat itu tengah bersolek dengan wajah baru.
“Progres GMS bagus, sekarang sudah masuk tahap instalasi air mancur dan lighting. Setelah itu baru pengisian kolam dan uji coba,” ungkapnya.
Revitalisasi GMS diharapkan menjadi magnet baru aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, sekaligus mempercantik wajah Kota Giri Menang.
Air Bersih: Menjawab Dahaga Masyarakat Desa
Selain proyek ruang publik, PUTR Lombok Barat juga memberi perhatian besar pada pembangunan infrastruktur air bersih. Tahun ini, terdapat 12 paket proyek air bersih yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Alhamdulillah semua on the track. Tahun ini ada 12 paket pengeboran yang Insya Allah hasilnya lebih baik dari tahun lalu. Banyak desa masih kesulitan air bersih, jadi ini salah satu prioritas kami,” ujarnya.
Proyek ini menjadi jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat terhadap air bersih, terutama bagi desa-desa yang selama ini kesulitan akses air layak konsumsi.
Percepatan dan Transparansi: Dua Kunci Pelaksanaan Proyek
Dalam pelaksanaannya, PUTR Lombok Barat menerapkan strategi percepatan dengan melibatkan KPA, tim direksi teknik, dan kontraktor pelaksana secara langsung. Koordinasi intensif menjadi kunci agar proyek tidak tertunda meski waktu pelaksanaan terbatas.
“Kami punya strategi percepatan untuk tiap paket karena karakteristiknya berbeda. Cuaca memang jadi tantangan, tapi target kami jelas: tepat waktu dan mutu pekerjaan harus dijaga,” tegas Ahad.
PUTR juga membuka ruang transparansi seluas-luasnya melalui kanal media sosial resmi dan aplikasi pengaduan yang terhubung langsung dengan Bupati. Masyarakat bisa mengakses, memantau, bahkan melaporkan jika ada temuan di lapangan.
“Kami sangat terbuka dan cepat merespons keluhan masyarakat. Ini bentuk tanggung jawab kami,” tambahnya.
Pembangunan Sebagai Aset Publik
Seiring berjalannya waktu, proyek-proyek strategis ini bukan hanya soal bangunan dan beton, tapi tentang warisan pembangunan jangka panjang. Alun-Alun dan GMS akan menjadi ruang kebanggaan warga, air bersih menjadi dasar kehidupan, dan transparansi menjadi pondasi kepercayaan publik.
PUTR Lombok Barat kini berada di garis depan, menggerakkan roda pembangunan menuju wajah baru daerah. Pertanyaannya tinggal satu: seberapa cepat Lombok Barat bisa membuktikan bahwa pembangunan ini nyata dan berdampak bagi rakyatnya?





