Senin, 19 Januari 2026 | 01.02 WITA

Menjaga Marwah Madrasah Unggulan, Kepala Baru MAN 2 Mataram Siapkan Lompatan Prestasi

Sumber Hadi, Kepala MAN 2 Mataram, menegaskan komitmen menjaga marwah madrasah unggulan melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan karakter peserta didik. (Foto: Istimewa)

Mataram – Mengemban amanah sebagai kepala madrasah unggulan bukan perkara ringan. Itulah kesadaran yang sejak awal dipegang Sumber Hadi saat dipercaya memimpin MAN 2 Mataram, salah satu madrasah favorit dan ikon pendidikan Islam di Nusa Tenggara Barat.

Dalam keterangannya kepada media, Minggu (18/1/2026), Sumber Hadi menyebut jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menuntut dedikasi, kolaborasi, dan keberanian untuk terus berinovasi. Menurutnya, MAN 2 Mataram telah memiliki fondasi kuat dari kepemimpinan sebelumnya, sehingga tugas utama saat ini adalah menjaga marwah madrasah sekaligus menyiapkan lompatan prestasi ke level yang lebih tinggi.

“MAN 2 Mataram bukan hanya madrasah di bawah Kementerian Agama, tetapi sudah menjadi simbol kepercayaan masyarakat. Itu yang harus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, ia mengusung pendekatan keberlanjutan dan inovasi. Program-program yang telah berjalan baik akan tetap dilanjutkan, sementara terobosan baru akan dikembangkan secara selektif agar selaras dengan karakter dan kultur madrasah. Penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi salah satu fokus utama, terutama dalam mencetak prestasi yang lebih beragam di tingkat nasional hingga internasional.

Dari sisi akademik, penguatan olimpiade dan pendampingan masuk perguruan tinggi negeri favorit tetap menjadi prioritas. Tidak hanya itu, peluang melanjutkan studi ke luar negeri juga akan terus dibuka bagi peserta didik yang memiliki potensi dan daya saing.

Di bidang keagamaan, peningkatan kualitas pembelajaran khususnya di MANPK akan dilakukan melalui metode baru dan keterlibatan pengajar yang ahli di bidangnya. Penguatan ubudiyah juga diselaraskan dengan program prioritas Kementerian Agama, termasuk ekoteologi sebagai bagian dari pembentukan kesadaran spiritual dan lingkungan.

Namun, Sumber Hadi menegaskan bahwa prestasi akademik dan keagamaan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Menurutnya, peserta didik MAN 2 Mataram harus tumbuh sebagai generasi yang cerdas, berakhlak, dan santun dalam kehidupan sosial.

“Ilmu tanpa karakter akan kehilangan makna. Madrasah harus hadir untuk membentuk keduanya,” tegasnya.

Dengan arah kepemimpinan tersebut, MAN 2 Mataram diharapkan tidak hanya mempertahankan reputasi sebagai madrasah unggulan, tetapi juga melahirkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi bagi bangsa.